Begini Cara Kerja Fitur Low Light Huawei P30 Series

Jakarta, Unbox.id  –  Pada workshop Huawei Next Image Masterclass – Low light session, yang digelar di Jakarta baru-baru ini, peserta dapat mengeksplorasi fotografi low light pada Huawei P30 Series. Pertanyaannya, apa teknologi di balik kemampuan luar biasa Huawei P30 Series dalam menghasilkan gambar yang terang pada pencahayaan minimal?

YANG PERLU DIKETAHUI

Tiga hal yang perlu ketahui tentang teknologi tersebut:

  1. Mengkonsep Ulang Color Filter Array (CFA)

Untuk Menghasilkan sensitivitas cahaya yang lebih baik cahaya lebih dari sekadar menerangi; dari cahaya, kita melihat warna. Hampir semua warna pada spektrum yang terlihat dapat diperoleh dengan mencampurkan merah, hijau dan biru — tiga warna utama dalam cahaya.

Huawei P30 dan Huawei P30 Pro keduanya dilengkapi dengan RYYB CFA 1/1,7-inci yang besar untuk kamera utama mereka. Dibandingkan dengan CFA lain, CFA ini menggunakan desain yang berbeda. Alih-alih piksel hijau, CFA mengadopsi piksel kuning, yang berarti cahaya hijau dan merah dapat bergerak melewati filter dan mencapai sensor.

Ini meningkatkan jumlah cahaya yang mencapai sensor hingga 40 persen, menghasilkan fotosensitivitas yang lebih tinggi dan memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengeluarkan potensi mereka.

Pindahnya Huawei dari piksel hijau ke kuning menjadi langkah yang revolusioner, dan bahkan telah menulis ulang aturan-aturan soal teknologi sensor dan kualitas gambar. Huawei P30 Series membawa perubahan paradigma dalam teknologi kamera.  Mode Super Night pada Huawei P30 dan Huawei P30 Pro ditopang oleh terobosan dalam sensitivitas cahaya, noise yang rendah, dan reproduksi warna yang tinggi.

  1. Stabilisasi Gambar Ganda yang Menenangkan Pikiran

Di samping memiliki kemampuan pencitraan yang luar biasa, Huawei P30 dan Huawei P30 Pro juga memiliki fitur teknologi stabilisasi gambar yang sangat kuat. Huawei P30 dilengkapi dengan kamera telefoto yang didukung OIS; HUAWEI P30 Pro mendukung OIS pada kedua kameranya, baik kamera utama dan kamera telefoto.

Untuk eksposur yang lebih lama dan untuk menangani gerakan yang lebih intensif, Huawei P30 dan Huawei P30 Pro memiliki trik lain — Huawei AI Image Stabilization (AIS). Fitur ini memasuki NPU untuk menyesuaikan, memasangkan dan menggabungkan beberapa frame yang diambil secara berurutan untuk meningkatkan kualitas gambar akhir.

Huawei AIS sekarang bekerja sama dengan OIS sebagai salah satu solusi terpadu, memberikan stabilisasi terbaik yang pernah ditawarkan Huawei. Baik itu pemotretan dengan eksposur yang lama, snapshot cepat, atau video, Huawei P30 dan Huawei P30 Pro membuat orang dapat mengambil bidikan yang stabil dengan mudah.

  1. Bukaan Lebar yang Mengesankan

Workshop Fotografi Gratis Bagi Pengguna Smartphone Huawei

Huawei P30 Pro dilengkapi dengan bukaan atau aperture f/1.6, naik dari lensa f/1.8 pada pendahulunya. Dengan bukaan atau aperture yang lebih lebar akan memungkinkan memasukkan lebih banyak cahaya untuk kinerja low light yang lebih baik.

Dikombinasikan dengan Huawei SuperSpectrum Sensor, bukaan f/1.6 dan teknologi stabilisasi gambar yang kuat, telah memungkinkan Huawei P30 Pro memotret foto berkualitas gambar luar biasa dengan upaya minimal.

TEKNIK FOTOGRAFI DASAR

Pada workshop bersama Alexander Thian yang dikenal pula sebagai @Amrazing, menyingkapkan antara lain soal teknik fotografi mendasar, seperti exposure triangle, logika cahaya, yang lalu dikembangkan pada logika memotret saat cahaya minim.

“Selama ini, sensor kamera smartphone sangat diremehkan dan dianggap tak layak untuk foto dalam kondisi low light. Padahal, teknologi smartphone telah melesat jauh, khususnya pada Huawei P30 Pro yang meraih predikat terbaik dan skor tertinggi dari DxOMark. Sehingga, Huawei P30 Pro, tak terbantahkan lagi, adalah yang terbaik terutama dalam pemotretan di situasi  pencahayaan rendah atau pemotretan malam,” papar Alex.

Huawei P30 Pro sukses menetapkan standar baru untuk fotografi malam. Smartphone ini, menurut pengujian DxOMark, mampu menghasilkan fotografi malam yang bagus dengan detail yang mengesankan serta mengurangi noise dengan baik. Menariknya, semua itu bisa dicapai tanpa eksposur yang panjang. Dibandingkan dengan smartphone sekelas, DxOMark menyimpulkan, Huawei P30 Pro mencapai tingkat detail yang lebih tinggi pada hampir semua kondisi cahaya.

FITUR UNTUK LOW LIGHT

Menurut Alex, pemotretan dalam kondisi low light pun bermacam-macam tergantung di mana kita berada. Kalau di area perkotaan dan ingin memotret light trail dari mobil yang berjalan, di Huawei P30 Pro sudah ada fitur yang memudahkan.

“Adapun di tempat yang bebas polusi cahaya, pengguna bisa memikirkan apa yang hendak dipotret dan mood apa yang hendak diungkapkan. Dengan pro mode, pengguna bisa memainkan kombinasi antara shutter speed dan ISO. Mode ini juga memungkinkan pengguna mengunci fokus secara manual sehingga foto tetap tajam,” tegas Alex.

Huawei P30 Series Sudah Bisa Pre-Order Di Indonesia Bulan Depan

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Huawei NEXT-IMAGE Masterclass silahkan kunjungi: https://consumer.huawei.com/id/campaign/p30-photograpy-masterclass/ Huawei juga mengundang insan kreatif di bidang visual khususnya dari Indonesia, untuk mengirimkan karya terbaiknya ke ajang NEXT-IMAGE Awards 2019, untuk bersaing menjadi finalis NEXT-IMAGE dan dinilai karyanya oleh panel juri yang terdiri dari fotografer kelas dunia, kurator, dan para seniman visual terbaik di dunia.

Batas akhir pengiriman karya foto adalah 31 Juli 2019, dan pemenang akan diumumkan pada 9 September 2019, dan acara seremoni Huawei NEXT-IMAGE Awards 2019 akan digelar di Paris Photo 2019 pada bulan November 2019. Untuk detail lebih lanjut, kunjungi website resmi https://gallery.consumer.huawei.com

 

Tinggalkan Balasan