Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tech Industry

Indosat Punya Mendekati Hingga 100,8 Juta Pelanggan

Operator Indosat_1a
Operator Indosat. (Sumber: Indosat)

Unbox.id – Indosat Ooredoo Hutchison mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 14% (year-on-year) pada kuartal pertama tahun 2024 (Q1 2024), sebesar Rp 11,7 triliun. Sebagai informasi, saat ini jumlah pelanggan Indosat sebanyak 100,8 juta pengguna. Indosat menarik hingga 2 juta pelanggan pada kuartal pertama tahun ini, dengan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) meningkat 14% menjadi Rp37.500. Informasi tersebut diungkapkan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha pada update hasil kuartal pertama. “Keberhasilan Indosat Ooredoo Hutchison memberikan saya kegembiraan dalam melayani pelanggan di pedesaan. “Kami terus meningkatkan jaringan kami untuk memastikan konektivitas yang lancar dan memberikan pengalaman pelanggan yang mengesankan di seluruh Indonesia,” kata Vikram. Pertumbuhan pelanggan ini menyebabkan trafik data perseroan meningkat 14,3% menjadi 3.858 petabyte. Untuk memenuhi kebutuhan data tersebut, Indosat. juga meningkatkan infrastruktur BTS 4G dengan total 184.000 stasiun BTS, meningkat 20,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pelanggan Home Broadband

Operator Indosat_2b

Operator Indosat. (Sumber: Indosat)

Selain pendapatan seluler, segmen home broadband juga tumbuh cukup pesat. IOH mencatatkan pendapatan bisnis HBB sebesar Rp 250 miliar dengan jumlah pelanggan mencapai 340.000. Menurut Vikhra, pencapaian ini merupakan sebuah strategi dengan landasan yang kokoh.

“Saya rasa ini merupakan jalan yang panjang dan sulit, kata Vikhra, namun landasannya sudah terbentuk.

Untuk memberikan layanan yang lebih baik, Indosat adalah juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan internasional. Baru-baru ini, IOH telah bermitra dengan NVIDIA untuk membantu mengembangkan AI di perusahaan lain di Indonesia seperti MasterCard, Cisco dan Google.

Indosat Ooredoo Hutchison Memulai 2024 Dengan Tangguh

Secara keseluruhan, Indosat Ooredoo Hutchison memiliki posisi yang kuat pada kuartal pertama tahun ini.

IOH mencatatkan peningkatan sekitar 15,8% pada kuartal pertama tahun 2024, dari Rp 11,9 triliun menjadi Rp 13,8 triliun. Menurut Nicky Lee, direktur dan CFO IOH, hal ini merupakan hasil dari peningkatan pesat dalam konektivitas dan layanan data perusahaan.

Selain itu, IOH meningkatkan EBITDA lebih dari 20% tahun-ke-tahun pada kuartal terakhir. EBITDA Indosat meningkat sebesar 22,1% dari Rp5,3 triliun menjadi Rp6,5 triliun pada kuartal I-2024.

Margin EBITDA perseroan juga mencatatkan peningkatan sebesar 2,4 poin persentase menjadi 47%. Pada kuartal I-2024, Indosat melihat lembaga pemeringkat internasional Fitch merevisi prospeknya dari “Stabil” menjadi “Positif” dan mempertahankan peringkat kredit AA+ (idn). Perseroan juga mendapat peringkat idAAA (Stabil) dari Pefindo.

Peningkatan pendapatan dibarengi dengan laba bersih yang berkelanjutan. IOH mencatatkan laba bersih (net profit) pada kuartal I tahun ini mencapai Rp 1,295 miliar, sedangkan laba bersih reguler tercatat sebesar Rp 1,262 miliar.

Baca juga: Indosat Gelar SheHacks 2024

Tantangan Indosat Ooredoo Hutchison untuk Hadirkan Layanan

Operator Indosat_3c

Operator Indosat. (Sumber: Beta Techno)

Indosat Ooredoo Hutchison melihat pasar Indonesia sebagai peluang yang sangat besar. Perusahaan mencatat bahwa rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) di Indonesia sangat rendah yaitu $2,70. Angka ini lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Thailand yang ARPU-nya mencapai 6,3 USD.

Sementara itu, belanja masyarakat Indonesia untuk layanan seluler per PDB hanya akan berada di angka 1,2% pada tahun 2023. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga. negara. seperti Filipina, angka ini mencapai 1,8% dan Malaysia mendekati 2%.

Tidak berhenti di situ, rata-rata penggunaan data seluler di Indonesia relatif rendah, bahkan jauh tertinggal dari negara-negara tetangga.

Data IOH menunjukkan hal tersebut Indonesia mengkonsumsi rata-rata 12 GB per bulan. Angka ini jauh tertinggal dari Malaysia dan Thailand, yang rata-rata menggunakan data seluler sekitar 25-26 GB.

Rendahnya ARPU dan belanja seluler masyarakat Indonesia menimbulkan tantangan bagi Indosat Ooredoo Hutchison dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Kecepatan Internet yang stabil dan kompetitif harga.

 

 

Sumber & Foto: Dari berbagai sumber

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Artikel

Unbox.id – Perusahaan analisis Opensignal menerbitkan laporan tentang pengalaman jaringan seluler di Indonesia pada Juni 2024. Opensignal melihat pengalaman lima operator seluler besar di...

Tech Industry

Unbox.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) berupaya mendorong penggunaan kecerdasan buatan/AI atau kecerdasan buatan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satunya dilakukan melalui kerja...

Tech Industry

Unbox.id – Indosat melalui brand Tri mendukung perkembangan esports di Indonesia dengan menghadirkan turnamen H3RO Esports 5.0. Untuk tahun kelima, Indosat menjadikan Mobile Legends:...

Tech Industry

Unbox.id – Manajemen XL Axiata bertemu dengan Menteri Informasi dan Komunikasi Budi Arie Setiadi di kantor Kominfo di Jakarta. Kabar pertemuan manajemen XL Axiata...