Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tech Industry

Ini Dia Penyebab Omegle Tutup Layanan

Omegle Closed_1a
Omegle Closed. (Sumber: EZ Tech)

Unbox.id – Omegle mengumumkan akan menutup layanannya setelah berjalan hampir 14 tahun sejak 2009. Bagi yang belum tahu, Omegle merupakan layanan video chat online yang memungkinkan layanan mengobrol dengan orang asing. Pendiri Leif K-Brooks segera mengumumkan berakhirnya layanan Omegle. Menurut informasi dari Tech Crunch, keputusan ini diambil karena pekerjaan sudah tidak tersedia lagi, baik secara finansial maupun psikologis. Dalam pesannya, Leif juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap perubahan yang terjadi di Internet dalam satu dekade terakhir. Sebagai informasi, belakangan ini Omegle menjadi sorotan akibat penyalahgunaan yang dilakukan platform tersebut.

Sempat Dapat Banyak Kritik Akibat Laporan

Omegle_2b

Omegle. (Sumber: Tech World)

Alhasil, layanan Omegle banyak mendapat kritik karena banyaknya laporan aktivitas mencurigakan, terutama di masa pandemi ini. Leif sendiri mengatakan timnya telah berusaha mengatasi banyak permasalahan yang muncul, namun nyatanya tidak terlalu berpengaruh.

“Karena saya menginginkan hal yang berbeda, kekhawatiran yang akan membuahkan hasil dalam perjuangan ini – ditambah kekhawatiran yang akan mengeksploitasi Omegle dan melawan penyalahgunaannya sangat tinggi”, tulis Leif.

Meski tidak merinci, Leif mengatakan ada serangkaian serangan terhadap layanan komunikasi seperti Omegle yang dilakukan oleh sekelompok pengguna jahat. Akibatnya, platform komunikasi jenis ini terus menghadapi peningkatan pengawasan dari regulator di banyak negara.

Sebelum Omegle ditutup, platform ini akan menghadapi banyak masalah hukum. Menurut arsip BBC, Omegle disebutkan dalam 50 topik teratas terkait pedofilia di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Di sisi lain, jumlah masyarakat yang menggunakan layanan ini tidak sebanyak sebelumnya. Namun data dari SimiliarWeb menunjukkan bahwa situs tersebut menarik 50 juta pengunjung pada bulan lalu.

TikTok Hadirkan Aplikasi Chatting Mandiri

Meskipun layanan Omegle ditutup, layanan obrolan ini sangat populer. Oleh karena itu, TikTok dikabarkan sedang berada di akhir booming besar-besaran.

Diberitakan The Verge, ByteDance selaku perusahaan induk TikTok dikabarkan sedang merekrut beberapa posisi untuk sebuah grup bernama TikTok Social yang bertugas mengubah aplikasi tersebut menjadi layanan obrolan.

Menurut Axios, TikTok sedang mencari insinyur dan manajer produk untuk bekerja dalam tim baru. Nantinya, tim akan berupaya membuat strategi media sosial baru. Informasi ini ditujukan untuk teknisi Android dan iOS yang berbasis di San Jose, California, AS. Dikatakan bahwa tim akan membangun sistem yang memungkinkan pengguna bertemu dan berinteraksi dengan teman dengan aman di TikTok.

Selain itu, platform media sosial ini juga dapat mendorong pengguna untuk berbagi kehidupan dan tetap terhubung di mana pun mereka berada. Untuk kepala produk “TikTok Social” yang berbasis di San Jose, perusahaan tersebut mengatakan ingin mendobrak batas-batas TikTok dengan menciptakan lebih banyak hubungan sosial antar pengguna.

Sedangkan untuk Kepala Divisi Backend, posisi ini akan mengambil bagian dalam berkolaborasi dengan tim dari berbagai negara dan wilayah untuk memberikan solusi sosial TikTok yang berbeda, seperti informasi. Meski TikTok telah menyediakan pesan instan, namun fungsinya masih terbatas.

Oleh karena itu, upaya untuk membantu pengguna berinteraksi dengan orang lain di dunia adalah dengan meningkatkan fungsi chat pada platform ini.

Baca juga: Inilah Deretan Modem Wifi Untuk Internet 4G Tercepat

Coba Tiru Platform Lain?

Tiktok App_3c

Tiktok App. (Sumber: The New York Times)

Sebagai informasi, ketika platform lain mencoba meluncurkan platform video vertikal seperti TikTok, seperti Instagram Reels atau YouTube Shorts, perusahaan punya rencana menarik lainnya untuk platformnya.

Beberapa peluang yang sedang dipertimbangkan perusahaan, seperti TikTok, akan menjadi platform yang mendukung pengunggahan cerita masa lalu, atau fokus pada percakapan grup seperti aplikasi WhatsApp. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa TikTok bisa saja menyebar di banyak wilayah dalam waktu bersamaan.

Mereka bahkan dilaporkan sedang menguji aplikasi musik, serta layanan belanja online. TikTok juga terdengar menambahkan pesan teks seperti Instagram Stories. Dengan fitur ini, pengguna dapat menambahkan warna latar belakang, mengubah tampilan teks, menambahkan musik dan stiker pada postingan.

 

 

Sumber & Foto: Dari berbagai sumber

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Hardware

Unbox.id – Akhir pekan sudah semakin dekat, setelah jam kerja yang melelahkan, masyarakat kerap disibukkan dengan persiapan acara akhir pekan. Berkemah di alam liar...

Software

Unbox.id – Pengguna Android tampaknya semakin mewaspadai semakin maraknya peredaran aplikasi berbahaya yang mampu melewati sistem keamanan Google Play Store. Karena diunduh dari toko...

TV, Audio/Video, Permainan & Perangkat Wearable

Jakarta, Unbox.id — Pada konferensi I/O kali ini, Google telah meluncurkan fitur baru untuk Circle to Search. Fitur yang dapat membantu siswa untuk mengerjakan...

Huawei

Unbox.id – Huawei kabarnya akan merilis Gopaint, sebuah aplikasi melukis yang dikembangkan oleh Huawei untuk tablet. Merujuk pada akun resmi Huawei, Gopaint akan segera...