Connect with us

Hi, what are you looking for?

Software

Google Akan Tambahkan Fitur Private Space di Android

Google Private Space Android_1a
Google Private Space Android. (Sumber: TechZilla)

Unbox.id – Google dikatakan sedang mengerjakan fitur PrivateSpace untuk menambahkan dukungan privasi. Fitur ini membantu menyembunyikan aplikasi di ponsel Android dengan aman. Dikutip dari Gadgets 360, pengembangan fitur ini pertama kali terlihat oleh Mishaal Rahman pada versi beta pertama Android 14 QPR2. Dalam laporan Android Police, Rahman mengatakan fitur tersebut ada dalam versi beta terbaru, terletak di bawah opsi Keamanan & Privasi di aplikasi pengaturan.

Memungkinankan Membuat Profil Pengguna Baru

Google Private Space Android_2b

Google Private Space Android. (Sumber: Tech Universe)

Adapun cara kerjanya, fitur ini memungkinkan pengguna Android membuat profil pengguna baru di ponselnya. Profil ini dapat dikunci menggunakan biometrik atau sandi dan PIN.

Fitur ini mirip dengan fitur Profil Kerja di Android, sehingga bagi sebagian pengguna mungkin sudah cukup familiar. Fitur ini tidak hanya menyembunyikan aplikasi, tetapi juga dapat menyembunyikan notifikasi konten.

Google juga dikabarkan akan mengembangkan kemampuan untuk hanya menampilkan aplikasi ini ketika pengguna mencari ruang pribadi di bilah pencarian. Hal ini dilakukan untuk mencegah pengguna lain mengetahui bahwa orang lain telah mengaktifkannya.

Perhatikan bahwa sebelum Google merencanakan PrivateSpace di ponsel Android, Samsung menawarkan fitur serupa yang disebut Folder Aman selama enam tahun.

Fitur ini juga membuat profil terpisah, memungkinkan pengguna mengakses grup kontak, file, foto, dan aplikasi terpisah dalam wadah terpisah yang dapat dilindungi dengan kata sandi, kode PIN, atau data biometrik mereka. Fitur baru untuk ponsel Android ini diharapkan ada di Android 15.

Samsung dan Smartphone Android Lainnya Sudah Banyak Yang Terapkan

Meskipun fitur PrivateSpace Android 14 QPR2 Beta 1 merupakan tambahan baru, banyak produsen lain seperti Oppo, OnePlus, Huawei, dan Samsung juga menawarkan fitur yang sama. Apa yang membuat PrivateSpace unik adalah kemampuannya untuk membuat profil pengguna terpisah untuk menyembunyikan aplikasi dan data.

Beberapa OEM, seperti Samsung dengan “Folder Aman” di sistem OneUI, menawarkan solusi serupa, meskipun dengan prinsip yang sedikit berbeda. Peluncuran PrivateSpace bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih aman dan pribadi bagi pengguna Android.

Dengan mengizinkan aplikasi dan data disembunyikan di profil pengguna terpisah, pengguna dapat memiliki kontrol privasi dan keamanan yang lebih besar untuk informasi pribadi mereka. Penambahan PrivateSpace di Android 14 QPR2 Beta 1 mencerminkan pertumbuhan yang signifikan. Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan privasi dan keamanan pengguna Android.

Fitur baru ini memungkinkan pengguna membuat ruang pribadi di perangkat mereka dan menyembunyikan aplikasi dan data di profil pengguna terpisah. Dengan dikembangkannya fitur ini, pengguna akan memiliki kontrol lebih baik terhadap privasinya.

Baca juga: Google Kalah Gugatan Dari Epic Games Soal Play Store

Android 14 Bisa Deteksi Tangkapan Layar

Android 14_1a

Android 14. (Sumber: Tech World)

Sebelumnya, update Android 14 menawarkan fitur tambahan yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi pengguna saat mengambil screenshot. Sistem operasi sekarang dapat mendeteksi tangkapan layar dari aplikasi, memberikan informasi kepada pengguna ketika aplikasi mengetahuitangkapan layar telah diambil. Demikian dikutip 9to5Google.

Fitur pendeteksi tangkapan layar ini memungkinkan aplikasi bekerja langsung dengan sistem operasi untuk mendeteksi tindakan pengguna, sehingga pengguna tidak perlu mengonfigurasi gambar root seperti sebelumnya.

Di sisi lain, pengembang aplikasi juga mendapatkan beberapa manfaat dari fitur ini, termasuk kemampuan untuk lebih mudah mendeteksi dan bahkan memblokir tangkapan layar karena alasan privasi atau keamanan.

Sekadar memberi tahu Anda, Android 14 menggunakan API pendeteksi tangkapan layar baru untuk memberi tahu pengguna saat aplikasi mendeteksi bahwa tangkapan layar telah diambil. Misalnya, aplikasi belanja Jerman “OTTO” telah menerapkan dukungan untuk deteksi tangkapan layar, memberikan pemberitahuan kepada pengguna bahwa “OTTO telah mendeteksi tangkapan layar ini”.

Meskipun belum banyak aplikasi yang menggunakan fitur ini, namun perkembangan ini membuka jalan bagi perbaikan. Privasi dan keamanan. Aplikasi seperti Snapchat, yang sebelumnya memiliki metode pendeteksiannya sendiri, bisa mendapatkan keuntungan dari API ini.

Meskipun Google Wallet dan GPay saat ini tidak menerapkannya, kemungkinan besar penggunaan API ini akan meningkat seiring berjalannya waktu.

 

 

Sumber & Foto: Dari berbagai sumber

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Apps & Games

Unbox.id – Play Store memiliki fitur instalasi jarak jauh yang memungkinkan pengguna menginstal aplikasi di perangkat lain yang masuk ke akun Google yang sama....

Apps & Games

Unbox.id – Sejak tahun 2017, Google Maps telah menambahkan kemampuan menyimpan lokasi parkir pada aplikasinya, baik untuk pengguna Android maupun iOS. Hanya dengan mengetuk...

Tech Industry

Unbox.id – Google dikatakan sedang melakukan eksperimen AI (kecerdasan buatan) baru yang disebut Instrument Playground. Dengan alat AI ini, pengguna dapat membuat musik yang...

Software

Unbox.id – Baru-baru ini, Google Drive menambahkan fungsionalitas pemindaian dokumen ke iPhone dan iPad. Kita tahu bahwa perangkat Apple ini adalah platform terakhir yang...