Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tech Industry

SpaceX Rilis Satelit Direct-to-Cell Starlink

SpaceX Starlink_1a
SpaceX Starlink. (Sumber: CNET)

Unbox.id – SpaceX meluncurkan satelit Starlink gelombang pertama, yang mampu mentransmisikan sinyal seluler, Selasa ini waktu setempat. Jadi ke depannya, pengguna ponsel bisa langsung mengirim pesan teks menggunakan sinyal satelit Starlink di luar angkasa. Mengutip Tech Crunch, SpaceX telah meluncurkan enam satelit Starlink menggunakan roket Falcon 9. Uji coba direncanakan dilakukan pada tahun ini. Perusahaan luar angkasa Elon Musk mencapai kesepakatan pada Agustus 2022 dengan operator nirkabel untuk menyediakan akses jaringan kepada pengguna telepon di “zona mati” melalui satelit Starlink. SpaceX menerima persetujuan dari regulator Amerika Serikat (AS) pada bulan Desember untuk menguji satelit tersebut, bekerja sama dengan operator T-Mobile.

Bermitra Dengan Sejumlah Operator Telekomunikasi

SpaceX Starlink_2b

SpaceX Starlink. (Sumber: International Reviews)

Selain itu, SpaceX juga berkolaborasi dengan sejumlah operator telekomunikasi di negara lain dalam teknologi direct-to-cell, antara lain Optus di Australia, One NZ di Selandia Baru, Rogers di Kanada, dan KDDI di Jepang.

Persetujuan ini diberikan oleh Komisi Komunikasi Federal berlaku untuk jangka waktu 180 hari. SpaceX mengatakan pengujian tersebut akan mencakup 840 satelit yang mentransmisikan konektivitas 4G ke sekitar 2.000 ponsel cerdas yang tidak dimodifikasi.

Menurut situs resmi perusahaan, satelit Starlink juga akan beroperasi sebagai “menara telepon seluler di luar angkasa”.

Perkiraan pesan Starlink atau pesan SMS. layanan tersebut akan tersedia tahun ini, dengan layanan suara dan data mulai tahun 2025, serta koneksi untuk perangkat Internet of Things. Namun, SpaceX juga harus disetujui berdasarkan peraturan sebelum memulai layanan komersial.

Komentar Elon Musk

Operator AS T-Mobile juga mengonfirmasi peluncuran ini dalam siaran persnya. Namun, disebutkan bahwa layanan satelit untuk pelanggannya belum tersedia karena masih dalam tahap pengujian.

“Peluncuran satelit direct-to-cell pertama ini merupakan tonggak sejarah yang menarik bagi SpaceX untuk mendemonstrasikan kemampuan teknologi kami.”, kata Sara Spangelo, direktur senior teknik satelit di SpaceX.

Peluncuran satelit transmisi langsung Starlink juga diharapkan mendapat pujian dari bos SpaceX, Elon Musk. Orang terkaya di dunia mengatakan melalui akun X-nya: “Ini akan memungkinkan konektivitas ponsel di manapun di dunia.”

Meski begitu, Musk juga memberikan catatan. Dia mengatakan meskipun ini adalah “solusi yang baik untuk lokasi tanpa konektivitas seluler, namun tidak dapat bersaing dengan jaringan seluler terestrial yang ada.”

Baca juga: Elon Musk Rugi Ratusan Triliun Rupiah! Ada Apa?

Pemerintah Diminta Atur Ketat Starlink Jika Masuk Indonesia

SpaceX Starlink_3c

SpaceX Starlink. (Sumber: Radar Technology)

Satelit Internet Starlink sendiri akan menyediakan layanan di Indonesia pada tahun 2024. Hal ini juga dianggap sebagai tantangan bagi operator telekomunikasi dan penyedia layanan Internet di Indonesia.

Selain itu, operator dan penyedia layanan Internet Indonesia memang menghadapi biaya hukum yang signifikan. melalui frekuensi BHP. Di sisi lain, seiring dengan semakin mahalnya biaya pembangunan infrastruktur, operator dan penyedia layanan Internet diharuskan menyediakan akses Internet murah.

Operator telekomunikasi ini diharapkan masuk ke Indonesia dimulai dari layanan SMS sebelum memperkenalkan layanan suara dan data, serta konektivitas IoT di Indonesia tahun 2025. Kehadiran Starlink juga dianggap sebuah keistimewaan dan membuat sektor telekomunikasi semakin tidak sehat.

Menjawab pertanyaan Elon Musk tentang cara kerja satelit Internet, Asosiasi Penyedia Telekomunikasi Indonesia (ATSI) mengatakan bahwa kehadiran Starlink dapat menimbulkan potensi risiko.

ATSI mengatakan: “Jika tidak dikelola dengan baik, industri Starlink dapat mengancam bisnis penyedia telekomunikasi dalam negeri seperti penyedia layanan seluler, jartup, dan satelit GSO.” Sekretaris Jenderal Marwan O Baasir dalam diskusi baru-baru ini.

Marwan mengatakan penyedia layanan Internet bisa terancam tidak hanya dalam skala besar tetapi juga dalam skala kecil. Selain itu, menurutnya Starlink belum memiliki izin penyelenggaraan layanan ISP di Indonesia dan masih menggunakan kekayaan intelektual global, sehingga berisiko terhadap masalah kedaulatan data dan perlindungan data pribadi.

ATSI juga mengusulkan agar pemerintah turut serta. harus menerapkan kebijakan yang setara jika Starlink berpartisipasi.

 

 

Sumber & Foto: Dari berbagai sumber

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Operator

Unbox.id – Telkomsel resmi meluncurkan layanan eSIM atau Embedded Subscriber Identity Module untuk seluruh pelanggan di Indonesia dan luar negeri. eSIM merupakan layanan yang...

Operator

Unbox.id – Indosat Ooredoo Hutchison mengajak generasi muda untuk menjaga lingkungan melalui film bertajuk “Jaga Raya”. Film pendek ini bercerita tentang seorang peneliti biologi...

Operator

Unbox.id – Telkomsel resmi meluncurkan layanan eSIM atau Embedded Subscriber Identity Module untuk seluruh pelanggan di Indonesia dan luar negeri. eSIM sendiri merupakan layanan...

Tech Industry

Unbox.id – Operator seluler menunggu keputusan pemerintah mengenai besaran tarif penggunaan frekuensi radio (BHP), alias tarif regulasi, untuk memperkenalkan spektrum frekuensi baru yang akan...