Connect with us

Hi, what are you looking for?

Apps & Games

Google Akan Rebranding Bard ke Gemini

Google Bard Gemini_1a
Google Bard Gemini. (Sumber: Techno Solutions)

Unbox.id – Google tampaknya akan mengganti nama atau memperbarui teknologi kecerdasan buatan (AI) miliknya, khususnya Bard. Rencananya Google akan mengganti nama AI Bard yang baru diperkenalkan pada Oktober 2023. Informasi tersebut diungkap oleh pengguna X dengan akun @evowizz. Mengutip Dylan Roussel (@evowizz) melalui Engadget, Google Bard akan berganti nama menjadi Gemini, model AI yang diumumkan Google pada Desember 2023. Pengembang aplikasi Android tersebut juga mengatakan bahwa Google juga berencana memperkenalkan sistem Berbayar jika sebagian pengguna menginginkannya. untuk menggunakan semua fitur Gemini. Tak hanya itu, raksasa mesin pencari itu juga mengetahui bahwa aplikasi Gemini untuk perangkat Android akan diluncurkan dalam waktu dekat. Menurut dokumen yang dibagikan Dylan, layanan Gemini Advanced akan memberi pengguna akses ke model Gemini Ultra 1.0. Kabarnya, Gemini Ultra 1.0 sendiri dikatakan mampu melakukan tugas-tugas kompleks seperti coding, penalaran logis, mengikuti instruksi yang berbeda, dan kolaborasi kreatif. “Rencananya model AI Gemini Ultra 1.0 akan tersedia di lebih dari 150 negara di seluruh dunia dan dioptimalkan untuk memahami bahasa Inggris pada tahap awal.

Google Bakal Integrasikan Google Assistant dengan Bard

Google Bard Gemini_2b

Google Bard Gemini. (Sumber: Tech Universe)

Selain itu, Google sedang berupaya mengembangkan Google Bard dan meningkatkan kemampuannya. Kehadiran Google Bard bertujuan untuk menjadi pesaing layanan ChatGPT Generative AI milik OpenAI.

Beberapa waktu lalu, Google mengungkapkan bahwa mereka akan mengintegrasikan Google Assistant dengan Bard di Android. Produk hasil integrasi keduanya memang belum dirilis ke publik, namun sudah ada bocoran dan gambar seperti apa tampilan antarmuka Google Assistant jika diintegrasikan ke Bard di Android.

Pengembang perangkat lunak Dylan Roussel, dikutip dari Android Authority, membagikan beberapa tangkapan layar integrasi keduanya melalui akun X alias Twitter miliknya.

Asisten Google dengan dukungan Bard akan memberikan informasi kepada pengguna bahwa Bard juga dapat membantu mereka tugas klasik yang biasanya dilakukan Asisten Google.

Bard di Google Assistant

Dalam tangkapan layar yang bocor, Anda dapat melihat bagaimana Asisten Google dengan Bard dapat terhubung dengan aplikasi Google untuk meningkatkan ekosistem Google. Pengguna Bard juga memerlukan izin pengguna untuk mengakses data mereka guna meningkatkan kemampuan Bard.

Tangkapan layar yang dibagikan juga menunjukkan bahwa UI dapat diminimalkan saat memanggil Asisten Google menggunakan Google Bard dan pengguna dapat menggunakannya dalam tema terang dan gelap.

Saat pengguna memperluas tampilan aplikasi ke mode penuh, dengan panah kanan di jendela pop-up, pengguna dapat menikmati pengalaman menonton tanpa gangguan dalam mode penuh.

Bisa Beri Saran ke Pengguna

Bard AI_1a

Bard AI. (Sumber: CNET)

Selain itu, Asisten Google, yang didukung oleh Bard, juga dapat memberikan saran tentang apa yang dapat Anda lakukan dengan aplikasi tersebut. Pengguna juga dapat menyampaikan pesanan dengan mengetikkan kata, perintah suara atau instruksi foto.

Jika pengguna memanggil Asisten menggunakan Bard pada aplikasi apa pun yang aktif, pengguna juga akan mendapatkan opsi “Tambahkan layar ini”.

Saat diklik, tangkapan layar dari layar saat ini akan dilampirkan untuk memberikan konteks. Pengguna juga dapat meminta asisten AI untuk melakukan tugas dengan informasi ini.

Baca juga: Fitur Circle To Search Sambangi Pengguna Google Pixel 8

Fungsi AI di Masa Sekarang

AI digunakan untuk memahami, membuat, dan memanipulasi bahasa manusia. Ini termasuk aplikasi seperti terjemahan mesin, asisten virtual, analisis emosi, dan pengenalan suara. Mengenali pola dalam data, seperti gambar, suara, teks, atau sinyal, memungkinkan aplikasi seperti pengenalan wajah, kendaraan otonom, pengenalan tulisan tangan, dan deteksi penipuan.

Menganalisis data historis dan membuat prediksi atau rekomendasi untuk masa depan. Contohnya termasuk sistem rekomendasi, analisis risiko kredit, dan pemodelan prediktif.

 

 

Sumber & Foto: Dari berbagai sumber

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Tech Industry

Unbox.id – Membeli aplikasi atau game melalui Google Play kini lebih aman. Pasalnya Google menerapkan metode keamanan biometrik untuk mengonfirmasi transaksi yang dilakukan. Ini...

Tech Industry

Unbox.id – Chatbot AI yang diproduksi perusahaan Elon Musk kini mampu “memahami” gambar, mulai dari diagram hingga tabel berisi informasi. Hal tersebut diungkapkan xAI...

Tech Industry

Unbox.id – Elon Musk, CEO Tesla dan pemilik platform media sosial X, kembali menjadi perbincangan setelah mengutarakan pandangannya tentang kecerdasan buatan (AI). Dalam wawancara...

Software

Unbox.id – Google Workspace mengumumkan sejumlah pembaruan fitur pada acara Google Cloud Next 2024. Seperti tema besar acara tahunan ini, kecerdasan buatan (AI) menjadi...