Connect with us

Hi, what are you looking for?

Apps & Games

YouTube Premium dan Music Berbayar Kantongi 100 Juta Pelanggan

YouTube Premium_1a
YouTube Premium. (Sumber: ZDNET)

Unbox.id – Pada Januari 2024, layanan YouTube Premium dan Musik memiliki lebih dari 100 juta pelanggan, termasuk uji coba gratis. Ini mewakili peningkatan 20 juta anggota hanya dalam satu tahun, dan jumlahnya meningkat dua kali lipat sejak September 2021. Seperti dikutip Engadget, YouTube dinilai berhasil meningkatkan jumlah tersebut meski biaya berlangganan meningkat sebesar $2 per bulan. untuk Premium efektif Juni 2023. Namun, tidak jelas berapa banyak orang yang benar-benar menggunakan YouTube Music (Premium mencakup akses ke layanan tersebut). Meski begitu, layanan streaming musik ini memiliki pengguna berbayar yang jauh lebih sedikit dibandingkan Spotify, yang memiliki 220 juta pelanggan Premium per 30 September 2023.

Akan Berencana Mengungkapkan Pelanggan Terbarunya

YouTube Music_3c

YouTube Music. (Sumber: 9to5 Google)

Spotify berencana mengungkapkan jumlah pelanggan terbarunya dalam laporan pendapatannya minggu depan. Sementara itu, Apple tidak lagi memberikan informasi mengenai jumlah pelanggan Apple Music. Jumlah pasti terakhir yang diberikan perusahaan untuk layanan ini adalah 60 juta pelanggan pada tahun 2019.

Bagaimanapun, perbandingan antara layanan berbayar YouTube Music, Apple Music, dan Spotify Premium tidak ada bandingannya. YouTube Premium memiliki keunggulan yaitu sulitnya pengguna untuk kembali ke layanan versi gratis yang dipenuhi iklan.

Opsi untuk mengunduh video secara offline tanpa harus menggunakan solusi apa pun dan fitur pemutaran latar belakang juga sangat berguna. YouTube Music hanyalah fitur tambahan untuk sebagian pengguna YouTube.

YouTube Larang Konten AI yang Simulasikan Kematian Anak dalam Kasus Kriminal

Di sisi lain, YouTube telah memperbarui kebijakannya terkait pelecehan dan penindasan maya di platformnya.

Dalam kebijakan terbaru YouTube, yang juga dipublikasikan di halaman dukungan Google, Kebijakan ini membatasi konten yang secara realistis mensimulasikan kematian anak di bawah umur atau korban tindakan mematikan. peristiwa atau kekerasan yang menggambarkan kematian mereka.

“Mulai 16 Januari, kami akan mulai menghapus konten yang secara realistis menggambarkan tubuh anak di bawah umur atau korban dari peristiwa yang sangat fatal atau didokumentasikan dengan jelas yang menggambarkan kematian atau kekerasan yang dialami,” tulis YouTube.

Mengutip Tech Crunch, perubahan ini dilakukan setelah beberapa konten menargetkan topik penjahat yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat gambar anak-anak yang meninggal atau hilang.

Dalam konten ini, beberapa orang menggunakan AI untuk menyisipkan gambar anak-anak korban, untuk menggambarkan kematian mereka. The Washington Post melaporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pembuat konten telah menggunakan AI untuk bercerita tentang berbagai kasus kriminal, termasuk penculikan dan kematian James Bulger, seorang anak laki-laki berusia dua tahun di Inggris.

Ada juga narasi AI serupa tentang Madeleine McCann, anak Inggris berusia tiga tahun yang menghilang dari sebuah resor. Lalu ada Gabriel Fernández, anak laki-laki delapan tahun yang disiksa dan dibunuh oleh ibu dan pacarnya di California. YouTube pun bakal menghapus konten AI semacam itu apabila ditemukan melanggar kebijakan baru mereka.

Baca juga: Apple Vision Pro Tidak Ada Aplikasi YouTube Dan Spotify?

Sederet Kebijakan Terkait AI di YouTube

YouTube_2b

YouTube. (Sumber: TelecomTalk)

Pengguna yang menerima teguran tidak akan dapat mengupload video atau melakukan siaran langsung selama seminggu. Jika Anda menerima tiga teguran, saluran tersebut akan dihapus secara permanen dari platform milik Google tersebut.

Dua bulan lalu, YouTube juga meluncurkan kebijakan baru untuk pelabelan konten AI yang bertanggung jawab serta alat baru untuk meminta penghapusan konten dalam kebohongan. Salah satu perubahan tersebut mengharuskan pengguna untuk mengungkapkan kapan mereka membuat konten yang diedit atau disintesis agar terlihat realistis.

Perusahaan memperingatkan bahwa pengguna yang gagal mengungkapkan secara akurat penggunaan AI mereka akan menghadapi “penghapusan konten, penangguhan dari Program Mitra YouTube, atau sanksi lainnya.”

YouTube juga mencatat pada saat itu bahwa beberapa konten AI mungkin dihapus jika digunakan untuk menunjukkan “kekerasan yang realistis”, meskipun konten tersebut telah diberi label.

 

 

 

Sumber & Foto: Dari berbagai sumber

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Tech Industry

Unbox.id – Layanan berbagi video YouTube kini lebih aktif memerangi AdBlocker. Salah satu cara untuk mencegah aktivitas pemblokiran iklan adalah dengan menyasar aplikasi pemblokir...

Apps & Games

Jakarta, Unbox.id – Jika Anda membuat video YouTube, Anda pasti tahu betapa sulitnya mengomentari komentar, namun fitur baru ini membuat pengelolaan komentar tersebut jauh...

Apps & Games

Jakarta, Unbox.id – Kabar yang sedikit tidak menyenangkan bagi Anda yang menikmati layanan Youtube berbayar alias premium. Pengguna lama layanan berbayar platform berbagi video...

Apps & Games

Jakarta, Unbox.id – Artikel ini menjelaskan cara menautkan ke bagian tertentu dari video YouTube menggunakan fitur Share atau ‘Bagikan’ dengan menambahkan stempel waktu. Langkah-langkah...