Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tech Industry

Hacker Bisa Curi Data Penting dari Chatbot AI

Chatbot AI_1a
Chatbot AI. (Sumber: Devtorium)

Unbox.id – Kejahatan dunia maya saat ini sedang meningkat berkat kemajuan teknologi yang semakin pesat. Salah satu kemajuan teknologi yang berisiko disalahgunakan adalah teknologi kecerdasan buatan (AI). Teknologi AI menyediakan fitur-fitur canggih yang dapat membantu banyak orang. Namun teknologi ini mudah disalahgunakan. Penyalahgunaan AI yang mengancam keamanan data adalah kebocoran data penting ketika pengguna memasukkan informasi sensitif ke dalam chatbot AI.

Perusahaan Melarang Penggunaan AI

Chatbot AI_2b

Chatbot AI. (Sumber: Modern Technology)

David Ng, General Manager Trend Micro Singapura, Filipina, dan Indonesia, mengatakan banyak perusahaan yang melarang penggunaan chatbot AI karena dianggap rentan disalahgunakan. “Seiring dengan meningkatnya kejahatan dunia maya, banyak perusahaan yang melarang karyawannya menggunakan teknologi AI.

Karena mereka takut data sensitif perusahaan akan dimasukkan ke chatbot dan mereka takut data tersebut dicuri,” kata David dari Trend Micro Resilience. Acara Tur Dunia di Jakarta. Kejahatan siber yang semakin canggih ini menyebabkan banyak negara mulai menerapkan peraturan terkait keamanan siber. Laksana Budiwiyono, country manager Trend Micro Indonesia, mengatakan negara-negara asing, khususnya Eropa, telah menerapkan peraturan yang sangat ketat terhadap keamanan data pengguna.

“Negara-negara maju, khususnya di Eropa, telah menetapkan peraturan yang sangat ketat mengenai keamanan siber. Bahkan, bagi organisasi atau perusahaan yang melakukan pelanggaran, perusahaan tersebut akan dikenakan denda hingga 4% dari total manfaat dalam jangka waktu yang lama. dia berkata.

Hacker Lebih Berhati-hati saat Melancarkan Aksinya

Tidak hanya semakin canggih, para pelaku kejahatan siber (hacker) kini semakin berhati-hati dalam mengincar mangsanya. Laporan Calibrating Expansion mencatat peningkatan ancaman di Asia Tenggara pada tahun 2023.

Di Asia Tenggara, deteksi ransomware secara keseluruhan meningkat, terhitung lebih dari setengah 52% dari seluruh volume global.

Sebagian besar deteksi ransomware berasal dari Temuan di Thailand. Pasar lain seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina mengalami penurunan deteksi ransomware, serupa dengan tren global.

Di Indonesia, jumlah deteksi ransomware mengalami penurunan sebesar 58% bahwa penyerang dunia maya kini lebih berhati-hati dalam memilih targetnya dan mengambil tindakan Anda. Selain itu, mereka semakin mahir dalam menembus lapisan deteksi awal.

Meski para pelaku siber kini lebih berhati-hati saat melancarkan serangan, hanya 9% perusahaan yang secara aktif memantau dan memantau kejahatan siber.

Ini adalah bukti bahwa keamanan kejahatan siber masih tetap ada. ada. tidak menjadi perhatian serius bagi banyak perusahaan.

Laksana Budiwiyono berharap acara Resilience World Tour yang diselenggarakan oleh Trend Micro dapat meningkatkan kesadaran di kalangan perusahaan Indonesia tentang peningkatan keamanan siber mereka. Mereka akan memamerkan teknologi terbaru Trend Micro. untuk solusi keamanan siber.

“Dengan mengadakan acara ini di Jakarta, perusahaan-perusahaan Indonesia akan memiliki kesempatan untuk memahami strategi mereka dan berbagi praktik terbaik dalam manajemen risiko di seluruh permukaan serangan. Memahami strategi musuh adalah dasar pertahanan yang efektif,” ujarnya dikatakan.

Baca juga: Indosat Dorong Pemanfaatan AI

Trend Micro Resilience World Tour 2024 Hadir di Jakarta

Trend Micro Resilience World Tour 2024_3c

Trend Micro Resilience World Tour 2024. (Sumber: Techno Idea)

Trend Micro Resilience World Tour kini berlangsung di Jakarta, setelah dimulai di Singapura pada 14 Mei 2024 dan dilanjutkan di Filipina pada 16 Mei 2024.

Yang dibahas dalam acara ini berfokus pada strategi keamanan berbasis AI di Lokasi Berbeda. Pengunjung akan belajar tentang teknologi dan inovasi terbaru yang membantu mempercepat upaya manajemen risiko dunia maya, memungkinkan bisnis mengambil keputusan yang tepat, memperkuat langkah-langkah keamanan, dan membangun masa depan yang lebih baik dan lebih fleksibel.

David Ng, CEO Trend Micro Singapura, Filipina dan Indonesia, percaya bahwa strategi keamanan siber diperlukan, terutama karena perusahaan telah mengadopsi teknologi AI yang digeneralisasikan.

“Seiring dengan perusahaan global yang menggunakan AI yang inovatif dan alat digital lainnya untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, strategi keamanan siber yang terintegrasi menjadi semakin penting,” katanya.

 

 

Sumber & Foto: Dari berbagai sumber

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Tech Industry

Unbox.id – TikTok secara tidak sengaja mengunggah tautan ke versi internal alat avatar digital AI barunya selama jangka waktu yang tidak diketahui. Hal ini...

Tech Industry

Unbox.id – Dalam diskusi mendalam mengenai perkembangan terkini teknologi prosesor di Intel Tech Tour 2024, di Taipei, Taiwan, Intel memberikan pandangan mendalam tentang Xeon...

Tech Industry

Unbox.id – Asus menjadi salah satu perusahaan teknologi yang membuat kemajuan besar di bidang komputasi AI dengan memperkenalkan lini produk barunya, Zenbook Duo (UX8406)....

Tech Industry

Unbox.id – Pada Konferensi Pengembang Sedunia (WWDC) 2024, Apple mengumumkan beberapa fitur kecerdasan buatan (AI) baru, termasuk Image Playground. Sekadar informasi, Image Playground merupakan...