Panasonic

Review Panasonic Lumix GX9, Kamera Compact 5 Sumbu Hibrida Handal Untuk Traveling

Sebelumnya kami sudah memberitakan kehadiran kamera compact Panasonic Lumix ZS200 dan Lumix GX9. Kedua kamera memang berjenis compact namun memiliki sisi perbedaan yang cukup besar, dimana  yang satu dengan titik dan pemotretan variasi sensor 1 inci, sedang yang satu lagi merupakan kamera dengan lensa Microless Third Microless Third. Kali ini, kami akan mencoba memberi gambaran review kami tentang kamera Panasonic Lumix GX9. Berikut review singkatnya;

Spesifikasi  

Basic Specifications
Full model name: Panasonic Lumix DC-GX9
Resolution: 20.30 Megapixels
Sensor size: 4/3
(17.3mm x 13.0mm)
Kit Lens: 5.00x zoom
12-60mm
(24-120mm eq.)
Viewfinder: EVF / LCD
Native ISO: 200 – 25,600
Extended ISO: 100 – 25,600
Shutter: 1/16000 – 60 seconds
Dimensions: 4.9 x 2.8 x 1.8 in.
(124 x 72 x 47 mm)
Weight: 23.3 oz (660 g)
includes batteries, kit lens
Availability: 03/2018
Manufacturer: Panasonic

Desain

Berbeda dengan seri Lumix ZS200, kamera Lumix GX9 ini memiliki sensor Micro Four Thirds 20.3MP tanpa filter low-pass dan prosesor Venus Engine. Kamera compact terbaru Panasonic ini juga memiliki penstabil gambar hibrida 5 sumbu saat digunakan dengan lensa yang kompatibel dan stabil. Selain memiliki desain yang ergonomic dan kompak, Lumix GX9 ini juga memiliki jendela bidik elektronik miring yang dapat dimiringkan hingga 90 derajat sehingga memungkinkan Anda untuk menembak dari tingkat dada. Jadi, layar touchscreen sementara bisa miring ke bawah dan Andapun  bisa menembak dari atas tingkat kepala.

Perfoma

Kemudian dari sisi perfoma sebagai kamera mirrorless, kamera compact terbaru Panasonic ini sangat bekerja baik dan bisa dihandalkan dari kebanyakan kamera mirrorless terdahulunya. Hal itu dikarenakan kamera panasonic seri GX9 ini juga memiliki sistem DFD AF dengan deteksi wajah/mata dan mode af rendah serta bisa melakukan rekaman video 4K dan memiliki mode foto 4K yang memungkinkan Anda memotret dengan kecepatan 30fps lalu menyimpan gambar resolusi 4K tersebut secara individu. Bluetooth dan Wi-Fi juga tersedia pada kamera Lumix GX9 juga disertakan lensa kit F3.6-5.6 kit setara 12-60mm. Berikut gambaran perfomanya dalam bentuk tabel;

Kinerja Power On

Startup/Play to Record
Power on
to first shot
~1.0 second Time it takes to turn on and capture a shot.
Play to Record,
first shot
~0.5 second Time until first shot is captured.

Kinerja Kecepatan AF

Shutter Response (Lag Time)
Full Autofocus,
Single-area AF mode
0.145 second Time from fully pressing shutter button to image capture, with the lens already at the proper focal distance setting.
Full Autofocus
Single-area AF mode
Flash enabled
0.360 second Time from fully pressing shutter button to image capture. Auto Flash enabled.
Manual Focus 0.060 second For most cameras, shutter lag is less in manual focus than autofocus, but usually not as fast as when the camera is “prefocused”.
Prefocused 0.050 second Time to capture, after half-pressing and holding shutter button.

Kinerja Bidikan

Cycle Time (shot to shot)
Single Shot mode
Large/Fine JPEG
< 0.3 second Time per shot, averaged over a few frames (we no longer test for buffer depths in single-shot mode).
Single Shot mode
RAW + L/F JPEG
< 0.3 second Time per shot, averaged over a few frames (we no longer test for buffer depths in single-shot mode).
Early shutter
penalty?
No Some cameras refuse to snap another shot if you release and press the shutter too quickly in Single Shot mode, making “No” the preferred answer.
Continuous H 
Large Fine JPEG
0.11 second
(9.16 fps);
140 frames total;
18 seconds to clear*
Time per shot, averaged over buffer length of 140 frames, then slows to an average of 0.18s or 5.43 fps with a lot of variation.
Continuous H
RAW
0.11 second
(9.15 fps);
32 frames total;
17 seconds to clear*
Time per shot, averaged over buffer length of 32 frames, then slows to an average of 0.87s or 1.15 fps with a lot of variation.
Continuous H
RAW + L/F JPEG
0.11 second
(9.14 fps);
29 frames total;
29 seconds to clear*
Time per shot, averaged over buffer length of 29 frames, then slows to an average of 0.90s or 1.11 fps with a lot of variation.
Flash Recycling 1.49 seconds Flash at maximum output.
*Note: Buffer clearing times measured with a 64GB Lexar Pro 2000x UHS-II SDXC card. Slower cards will produce correspondingly slower clearing times. Slow cards may also limit length of bursts in continuous mode. ISO sensitivity also affects cycle times and burst mode performance, with higher ISOs generally increasing cycle times and reducing burst performance.

Overall, kamera Panasonic Lumix GX9 ini termasuk kamera terbaik untuk menemani Anda dalam perjalanan. Ia sangat kompak dengan kinerjanya yang sangat baik dalam mengambil gambar-gambar yang Anda sukai dalam perjalanan travelling ataupun yang lainnya.

Contoh Hasil Foto dan Video

Panasonic 25mm f/1.7: 25mm, f/2, 1/6400s, ISO 200, L. Monochrome Picture Style
Panasonic 25mm f/1.7: 25mm, f/4, 1/1000s, ISO 200, -0.3EV, L. Monochrome Picture Style
Panasonic 12-32mm f/3.5-5.6: 20mm, f/4.6, 1/1000s, ISO 200

Berikut ini satu contoh hasil rekaman video yang dihasilkan oleh Panasonic Lumix GX9 :

Ketersediaan dan Harga

Kamera Panasonic Lumix GX9 ini lebih mahal dari Lumix ZS200, yang mana ia dibanderol sekitar US $ 1000 atau sekitar 14 jutaan Rupiah dan juga telah tersedia di pasaran pada bulan Maret ini.

Related posts

Panasonic Hadirkan Bioskop di Rumah dengan 4K TV GX800

Irianto Bina Dirgantara

Lumix ZS200 dan Lumix GX9, Jagoan Panasonic di Awal Tahun

Leonardo Suksmaditya

Review Panasonic G9 : Mirrorless Dengan Pencitraan Fantasis

Inna

Leave a Comment