Inilah Aplikasi Anti Pelacak Rancangan Carnegie Mellon

Jakarta, Unbox.idKini sangat banyak aplikasi yang beredar di Appstore, Playstore, maupun internet lepas yang berpontensial melacak diri Anda dengan menggunakan data-data yang ada di perangkat Anda. Anda dapat mengunduh aplikasi-aplikasi tersebut dengan mudah. Namun banyak perusahaan-perusahaan pemilik aplikasi tersebut menyanggah hal itu dan beralasan menggunakan data Anda untuk meningkatkan kualitas produk mereka walaupun sebagian yang lain membenarkan perbuatan mereka tersebut.

Aplikasi Anti Pelacak

Hal ini membuat banyak pengguna aplikasi tidak senang dengan perbuatan aplikasi-aplikasi tersebut. Contohnya telepon atau sms penawaran kartu kredit atau asuransi yang seharusnya mereka tidak mengetahui nomor pribadi kita. Bahkan ada beberapa kasus yang mengakibatkan data diri digunakan untuk kejahatan, seperti penipuan dan sebagainya.

Kabar baiknya adalah bahwa para peneliti di Carnegie Mellon yang bertempat di Amerika Serikat telah mengembangkan aplikasi terdahulunya yaitu opt-out yang telah dirancang khusus untuk memungkinkan pengguna memiliki kendali yang lebih besar atas apa yang melacak mereka. Bahkan ketika mereka keluar di tempat umum atau di mana pun. Kita mungkin tidak selalu tahu bahwa mereka sedang dilacak atau mengumpulkan data mereka.

Menurut para peneliti, “Pertimbangkan kamera publik dengan kemampuan pengenal wajah dan pemandangan, Bluetooth beacon diam-diam melacak keberadaan Anda di mal, atau bel pintu tetangga atau speaker pintar. Aplikasi IoT Assistant akan memungkinkan Anda menemukan perangkat IoT di sekitar Anda dan belajar tentang data yang mereka kumpulkan. Jika perangkat menawarkan pilihan privasi seperti memilih masuk atau keluar dari pengumpulan data, aplikasi akan membantu Anda mengakses pilihan ini.”

Downside

Meskipun aplikasi ini terdengar sangat menjanjikan, downside-nya adalah perusahaan dan pengembang yang membuat produk-produk ini harus memilih untuk menggunakan infrastruktur ini. Ini berarti bahwa jika mereka tidak melakukannya, maka aplikasi tersebut akan menjadi sangat tidak berguna.

Namun, para peneliti tampaknya mengandalkan undang-undang seperti Peraturan Perlindungan Data Umum dan Undang-undang Privasi Konsumen California. Mereka percaya bahwa infrastruktur mereka akan memudahkan perusahaan untuk mematuhi undang-undang ini.

Sekarang kita hanya bisa berharap jika aplikasi ini dapat secepatnya terealisasi dan menyebar ke seluruh dunia melalui toko aplikasi yang ada di ponsel kita semua.

Tinggalkan Balasan