Unbox.id – Poke menjadi salah satu AI agent yang sedang ramai dibicarakan karena cara pakainya yang berbeda. Layanan ini bisa diakses langsung lewat SMS, iMessage, WhatsApp, dan Telegram tanpa perlu instal aplikasi atau membuat akun.
Cukup simpan nomor Poke di kontak, kamu sudah bisa langsung mengirim pesan seperti biasa. Dalam waktu 6 minggu sejak peluncuran, AI agent Poke berhasil mencapai 400.000 pengguna harian. Angka ini membuatnya masuk jajaran layanan AI dengan pertumbuhan tercepat di 2026.
Bagaimana Poke Bekerja?
Berbeda dari kebanyakan layanan AI yang membutuhkan aplikasi khusus, Poke sepenuhnya berjalan lewat percakapan di platform messaging. Kamu cukup mengetik perintah, lalu sistem akan mengeksekusinya secara otomatis.
Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain mengatur jadwal, membuat pengingat, memantau email, hingga mengontrol perangkat smart home. Semua proses ini berlangsung dalam satu percakapan tanpa perlu berpindah aplikasi.
Sebagai contoh, kamu bisa mengirim pesan seperti:
“Poke, ingatkan saya untuk kirim kontrak hari Kamis dan beri jeda satu jam sebelum meeting hari Rabu.”
Setelah itu, Poke akan mengatur pengingat, menyesuaikan jadwal di kalender, dan bahkan mengecek ulang apakah tugas tersebut sudah selesai. Jika ada perubahan, seperti email masuk atau jadwal bergeser, sistem akan memberikan notifikasi secara proaktif.

Poke membuat pengingat/reminder (sumber: @ianzelbo/Twitter)
Teknologi di Balik Poke
Di balik tampilannya yang sederhana, Poke menggunakan model AI canggih seperti Claude dan GPT-4o untuk memahami perintah dan menjalankan tugas pengguna.
Layanan ini juga terhubung dengan berbagai API produktivitas seperti Google Calendar, Gmail, serta perangkat smart home. Integrasi ini memungkinkan Poke bekerja layaknya asisten pribadi yang selalu aktif di belakang layar.
Pendekatan ini membuat interaksi terasa lebih natural karena pengguna tidak perlu belajar antarmuka baru. Semua cukup dilakukan lewat chat yang sudah familiar.
Pendekatan Tanpa Aplikasi Jadi Kunci
Dikutip dari TrendWatch, salah satu hal yang membedakan Poke adalah fokusnya pada messaging sebagai satu-satunya antarmuka. Tidak ada dashboard, tidak ada aplikasi tambahan, dan tidak perlu login.
Pendekatan ini mengurangi hambatan penggunaan sejak awal. Pengguna tidak perlu registrasi atau memahami sistem baru, sehingga adopsinya bisa berlangsung lebih cepat.
Banyak AI agent sebelumnya gagal berkembang karena terlalu kompleks dari sisi penggunaan. Poke justru mengambil arah sebaliknya dengan menyederhanakan interaksi menjadi percakapan biasa.
Poke dikembangkan oleh tim kecil dengan latar belakang perusahaan teknologi besar. Setelah melalui tahap prototipe di Y Combinator, layanan ini mulai diperkenalkan ke publik secara terbatas.
Dalam beberapa minggu, jumlah pengguna meningkat drastis. Dari puluhan ribu pengguna awal, Poke terus berkembang hingga menembus ratusan ribu pengguna aktif harian. Sorotan dari media teknologi turut mempercepat penyebaran informasi, membuat layanan ini semakin dikenal luas.
Tanpa mengandalkan iklan berbayar, Poke tumbuh melalui rekomendasi pengguna. Banyak orang membagikan pengalaman mereka karena merasa layanan ini benar-benar memudahkan aktivitas sehari-hari.
Hambatan penggunaan yang rendah juga berperan besar. Pengguna bisa langsung mencoba tanpa proses yang panjang, sehingga tingkat adopsi menjadi lebih tinggi.
Kombinasi antara kemudahan akses dan relevansi penggunaan membuat Poke cepat menyebar di kalangan pengguna aktif aplikasi chat.
Fitur Utama Poke AI

Poke cek email penting (sumber: @jesschen90/Twitter)
Sebagai AI agent, Poke menawarkan berbagai fungsi yang mendukung produktivitas, seperti:
- Mengatur jadwal dan agenda secara otomatis
- Membuat pengingat berdasarkan konteks percakapan
- Memantau email penting dan memberi notifikasi
- Mengontrol perangkat smart home
- Mengelola kalender secara real-time
- Memahami preferensi pengguna dari interaksi sebelumnya
- Mendukung berbagai bahasa
Fitur-fitur ini membuat Poke bisa menggantikan beberapa aplikasi sekaligus dalam satu layanan.
Dibandingkan layanan AI berbasis aplikasi, Poke menawarkan pengalaman yang lebih ringkas karena seluruh interaksi dilakukan lewat chat.
Pengguna tidak perlu berpindah platform untuk menjalankan berbagai tugas. Integrasi dengan email dan kalender juga membuatnya lebih relevan untuk kebutuhan harian.
Jika tren ini terus berkembang, pendekatan berbasis chat seperti yang digunakan Poke berpotensi menjadi arah baru dalam penggunaan AI di masa depan.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.


























