Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tech Industry

Energi Penambangan Bitcoin Meningkat 60% dalam Setahun

Jakarta, Unbox.id – Energi penambangan Bitcoin ini menggunakan sumber berkelanjutan. Jadi sumber energi berkelanjutan ini berfungsi untuk mengamankan blockchain Crypto terbesar. Hal tersebut berlaku karena energi yang tambang Bitcoin butuhkan itu cukup besar setiap tahunnya.

Perusahaan tambang Bitcoin juga menggunakan energi berkelanjutan atau hijau karena peningkatannya yang tinggi. Jadi mata uang digital ini membutuhkan energi besar sampai ada peningkatan sebanyak 59% pertahunnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Pasar NFT Didorong Blue Chip Dan Metaverse

Energi Penambangan Bitcoin

Bitcoin Mining Council (BMC) mengatakan hal yang serupa dengan penggunaan sumber energinya. BMC ini merupakan kelompok pertambangan Bitcoin sebanyak 50% atau 100,9 Exahash (EH). BMC juga memiliki pemimpin yaitu, Michael Saylor.

Pihak dari BMC sedang melakukan penelitian terkait energi keseluruhan yang sudah terpakai untuk penambangan Bitcoin. Perkiraan dari BMC bahwa energi berkelanjutan yang sudah terpakai untuk penambangan Bitcoin Crytpo global ini sebesar 58,4%. Namun, angka 58,4% ini belum begitu akurat.

Hal ini karena BMC perlu mengadakan perkumpulan data dari anggota BMC nya. Alhasil ternyata Crypto global ini menggunakan listrik dengan campuran daya berkelanjutan sebesar 64,6%. Angka 64,6% ini tentu saja besar jika hanya digunakan hanya untuk satu sektor saja yaitu Bitcoin.

Baca Juga: Pengembangan Ethereum Menggunakan “Garpu Bayangan”

Bitcoin Mendapat Kecaman

Maka dari itu Bitcoin ini dapat kecaman karena energi yang digunakannya sangat besar. Energi besar ini terbukti dari jejak karbonnya yang tinggi. Maka dari itu untuk kedepannya akan berlaku energi yang lebih hijau untuk meminimalisir penggunaan energi dengan jejak karbon tinggi.

Kecaman tersebut bukan hanya isapan jempol belaka. BMC sempat memiliki beda paham dengan pelarangan penambangan Crypto di China. Ketika China melarang penambangan Crypto, namun BMC terus tetap mempertahankan operasinya.

Maka dari itu solusinya adalah dengan menggunakan sumber energi berkelanjutan yang lebih hijau. Hal ini jelas menunjukkan arah lebih positif. Buktinya adalah ketika konsumsi listrik industry menurun sebanyak 25%.

 

Sumber: Cointelegraph

Sumber Foto: Unsplash

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Tech Industry

Jakarta, Unbox.id – Perusahaan Uniswap menyatakan bahwa akan berinvestasi di 11 perusahaan dan protokol Web3. Perusahaan tersebut diantaranya adalah Aave, makerDAO, LayerZero dan lain-lain....

Tech Industry

Jakarta, Unbox.id – Reporter dari Nasdaq melaporkan bahwa sebagaian besar dari penasihat melakukan beberapa perencanaan. Perencanaan tersebut mengenai survei berencana untuk meningkatkan pasar dagang...

Tech Industry

Jakarta, Unbox.id – Metaverse berhasil mengajak 2 merk dagang yang cukup populer di kalangan masyarakat. Merk dagang tersebut adalah Mastercard dan Visa Amerika Express....

NFT

Jakarta, Unbox.id – Sebuah laporan yang ditulis oleh CryptoCompare menyatakan bahwa adanya peningkatan pangan pasar Crypto yang cukup pesat pada bulan Februari 2022 lalu...