Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tech News

Google AI Edge Gallery Hadirkan AI Offline di Android dan iOS

Aplikasi Google AI Edge Gallery
Aplikasi Google AI Edge Gallery (sumber: Sanuj Bhatia/Android Authority)

Unbox.id – AI menjadi salah satu kata yang paling sering muncul dalam perkembangan teknologi mobile saat ini. Namun di tengah kejenuhan terhadap fitur berbasis kecerdasan buatan, sebuah aplikasi eksperimental dari Google justru kembali menarik perhatian.

Dikutip dari Android Authority (17/5/2026), aplikasi tersebut bernama Google AI Edge Gallery, yang baru saja mendapatkan pembaruan dukungan model Gemma 4.

Aplikasi ini disebut menghadirkan pendekatan berbeda terhadap penggunaan AI di perangkat mobile karena seluruh proses berjalan langsung di perangkat tanpa bergantung pada cloud.

Google AI Edge Gallery bukan aplikasi baru. Menurut laporan Android Authority, aplikasi ini telah diperkenalkan sekitar satu tahun lalu sebagai proyek eksperimental. Namun pembaruan terbaru yang menambahkan dukungan Gemma 4, model AI open-source terbaru Google, membuatnya kembali menjadi sorotan.

Aplikasi ini tersedia di Android dan iOS, dengan konsep utama memungkinkan pengguna mengunduh model AI langsung ke perangkat. Model tersebut kemudian dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan tanpa koneksi internet.

Dalam pengujian yang dilaporkan, aplikasi ini dijalankan di beberapa perangkat termasuk iPhone Air, Google Pixel 10 Pro, dan Oppo Find X9 Ultra. Meskipun fungsi dasarnya sama, performa yang dihasilkan disebut berbeda tergantung perangkat dan pemanfaatan hardware.

Tiga Fitur AI Offline

1. Chatbot AI Offline

Google AI Edge Gallery Chatbot AI Offline

(sumber: Sanuj Bhatia/Android Authority)

Salah satu fitur utama adalah AI Chat, yang berfungsi seperti chatbot pada umumnya namun berjalan sepenuhnya di perangkat.

Pengguna dapat memasukkan teks, suara, maupun gambar sebagai input. Sistem kemudian memproses seluruh permintaan secara lokal tanpa koneksi internet.

Meski respons yang dihasilkan lebih lambat dibanding layanan berbasis cloud seperti Gemini atau ChatGPT, kemampuan offline ini menjadi nilai utama dari aplikasi tersebut.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa fitur ini sempat digunakan dalam kondisi tanpa internet, seperti saat penerbangan jarak jauh, untuk membantu menerjemahkan frasa hingga memberikan rekomendasi konten berdasarkan data yang sudah ada di model.

2. Terjemahan Offline

Google AI Edge Gallery fitur terjemahan offline

(sumber: Sanuj Bhatia/Android Authority)

Fitur lain yang dianggap paling berguna adalah kemampuan terjemahan offline. Berkat dukungan multimodal dari Gemma 4, aplikasi ini dapat digunakan sebagai alat penerjemah tanpa koneksi internet.

Fitur audio scribe memungkinkan transkripsi suara sekaligus menerjemahkannya secara langsung. Pada perangkat dengan dukungan hardware yang optimal, proses ini dilaporkan berjalan cukup cepat dan mendekati aplikasi penerjemah khusus.

3. Analisis Gambar (Ask Image)

Google AI Edge Gallery fitur Ask Image

(sumber: Sanuj Bhatia/Android Authority)

Fitur ketiga memungkinkan pengguna mengunggah gambar dan mengajukan pertanyaan terkait isi visual tersebut.

Fungsi ini dinilai cukup membantu dalam situasi perjalanan, seperti membaca menu makanan atau memahami teks pada papan informasi dalam bahasa asing. Selain itu, karena seluruh proses dilakukan di perangkat, fitur ini juga membantu mengurangi penggunaan data internet.

Tantangan Performa dan Keterbatasan

Meskipun menawarkan konsep menarik, laporan Android Authority mencatat beberapa keterbatasan pada Google AI Edge Gallery.

Salah satunya adalah tidak adanya sistem penyimpanan percakapan. Berbeda dengan chatbot cloud seperti Gemini atau ChatGPT, setiap sesi percakapan tidak dapat dilanjutkan kembali setelah ditutup.

Selain itu, pemanfaatan hardware Android juga disebut belum optimal. Pada beberapa perangkat, aplikasi masih belum sepenuhnya menggunakan GPU atau NPU secara maksimal.

Pada iPhone, aplikasi dilaporkan memanfaatkan GPU untuk pemrosesan AI, yang membuat performa lebih cepat. Sementara pada beberapa perangkat Android seperti Pixel 10 Pro, pemrosesan masih bergantung pada CPU jika pengguna belum terdaftar dalam program beta AICore berbasis NPU.

Perbedaan ini berdampak pada waktu respons yang cukup signifikan. Dalam pengujian audio yang disebutkan, iPhone dapat memberikan respons dalam waktu kurang dari satu detik, sementara perangkat Android tertentu membutuhkan lebih dari 10 detik.

Meski masih memiliki keterbatasan, laporan tersebut menyebut Google AI Edge Gallery menjadi salah satu contoh nyata bagaimana on-device AI mulai memiliki kegunaan praktis.

Kemampuan menjalankan model AI tanpa internet dinilai relevan untuk skenario seperti perjalanan, lokasi tanpa koneksi stabil, hingga kebutuhan privasi data karena tidak ada proses upload ke server.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gadget

Unbox.id – Google kabarnya berencana mengembangkan smart glasses berbasis Android XR. Teknologi ini disebut-sebut sebagai langkah lanjutan dari ambisi lama perusahaan lewat Google Glass,...

Komputer & Laptop

Unbox.id – Setelah lama dirumorkan, Googlebook akhirnya resmi diperkenalkan. Laptop baru dari Google ini hadir dengan Aluminium OS dan integrasi Gemini Intelligence yang jauh...

Tech News

Unbox.id – OpenAI mulai memperluas fungsi ChatGPT ke ranah yang lebih personal. Lewat fitur baru bernama Personal Finance (Finances), ChatGPT kini dapat terhubung langsung...

Tech News

Unbox.id – YouTube resmi memperluas fitur AI Likeness Detection ke semua pengguna berusia 18 tahun ke atas. Fitur ini memungkinkan pengguna memantau kemungkinan penyalahgunaan...