EnGenius Kenalkan Teknologi Dan Perangkat Baru Untuk Menopang SMB

Jakarta, Unbox.id  –  EnGenius Networks (S) Pte. Ltd, perusahaan multinasional yang sukses dikenal melalui solusi jaringan masa depan untuk bisnis berskala kecil dan menengah, memperkenalkan perangkat access point 11ax yang terdiri dari EWS357AP 802.11ax 2×2 Managed Indoor Wireless Access Point, access point 11ax 2×2 pertama di industri, dan EWS377AP 802.11ax Managed Indoor Wireless Access Point untuk lingkungan dengan kepadatan tinggi.

Access point (AP) 11ax menawarkan kemajuan yang signifikan dari generasi sebelumnya dalam pengalaman Wi-Fi sehingga perusahaan berskala menengah bisa menikmati pelayanan Wi-Fi berkualitas korporat.

“Kami di EnGenius meyakini bahwa teknologi Wi-Fi terbaru harus dapat diakses perusahaan berskala kecil dan menengah, bukan hanya perusahaan besar. Varian produk terbaru dari EnGenius menghadirkan fitur-fitur terbaru yang dapat dijangkau oleh SMB berbasis modern (HI Tech). AP 11ax milik EnGenius menjamin kemampuan nirkabel yang sangat cepat, sebuah teknologi nirkabel future-proof untuk mendukung Industri 4.0 dan tren IoT,” kata Lawrence Lim, Regional GM (APAC & Middle East), EnGenius Networks (S) Pte Ltd dalam siaran persnya.

CHIPSET QUALCOMM

EnGenius menyematkan chipset terbaru dari Qualcomm pada EWS357AP yang menonjolkan teknologi 11ax dalam meningkatkan kemampuan Wi-Fi dan memperkuat jaringan bisnis kecil dan menengah.

11ax 2×2 Managed Indoor Wireless Access Point

Teknologi 802.11ax baru (Wi-Fi 6) dibangun di atas penyebaran real-world 802.11ac. Sebagai bagian dari Wi-Fi generasi mendatang, 11ax tidak hanya sekadar menonjolkan kecepatan, tapi juga peningkatan kapasitas, efisiensi, cakupan serta kemampuan, terutama di lingkungan yang padat.

“Dengan memanfaatkan teknologi Wi-Fi 6 Qualcomm Technologies, EnGenius memberikan solusi Wi-Fi 6 2×2 yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kapasitas di jaringan perusahaan, sembari mengoptimalkan kinerja nirkabel untuk lebih banyak perangkat dan pengguna ketimbang sebelumnya,” jelas Nick Kucharewski, Wakil Presiden dan Manager Umum, infrastruktur dan jaringan kabel/nirkabel, Qualcomm Technologies, Inc.

Bagi SMB yg menggunakan EWS357AP dapat mengambil keuntungan teknologi 11ax, yang memungkinkan penggunaan saluran yang lebih efisien, mengurangi jeda waktu antara AP dan perangkat klien, serta menyediakan fitur-fitur inovatif lainnya, seperti:  OFDMA (Orthogonal Frequency Division Multiple Access), yakni teknik multiple access yang memungkinkan banyak pengguna berbagi bandwidth yang sama Uplink dan downlink MU-MIMO.

PERANTI KERAS CANGGIH

EWS357AP dilengkapi dengan fitur berkelas korporat seperti konfigurasi masal sehingga perusahaan bisa menginstal dengan cepat dan mudah  ke jaringan yang sudah ada. Perangkat ini support kecepatan hingga 1.200 Mbps pada pita frekuensi 5GHz dan 574 Mbps pada pita frekuensi 2,4 GHz.

Dilengkapi juga dengan komponen piranti keras tercanggih dan dukungan untuk kompitasi kuat, AP ini bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih hemat daya sehingga ideal untuk SMB. EWS357AP bisa dengan mudah dan cepat disetup tanpa harus mengubah jaringan infrastruktur yang sudah ada, sehingga dapat menghemat anggaran maupun sumber daya.

EnGenius juga meluncurkan perangkat AP 802.11ax 4×4. Perangkat EWS377AP siap ditempatkan untuk meningkatkan teknologi 802.11ax yang menawarkan kombinasi aplikasi klien EnGenius. Kinerja nirkabel super cepat ini adalah jawaban atas kebutuhan nirkabel di masa depan untuk memasuki Industri 4.0 dan mengikuti perkembangan IoT. Perangkat ini support kecepatan hingga 2.400 Mbps pada pita frekuensi 5 GHz dan 1.148 Mbps pada pita frekuensi 2,4 GHz.

“Access point 11ax adalah Wi-Fi generasi berikutnya dengan kapasitas lebih besar yang melayani banyak perangkat sekaligus, sebuah solusi untuk klien berkapasitas tinggi. Peningkatan throughput rata-rata empat kali per perangkat di penempatan yang padat sehingga lebih efisien. Selain keamanan nirkabel yang diperkuat WPA2 dan WPA3, AP 11ax dapat dikelola melalui manajemen jaringan EnGenius ezMaster dan bebas lisensi,” pungkas Lawrence Lim.

 

Tinggalkan Balasan