Apps & Games Artikel

The World Ends With You Kini Dirilis Untuk Konsol Switch

Unbox.id –  Ketika Nintendo DS berada di puncak popularitasnya dengan beberapa hadirkan game yang paling menarik, bagus, dan sangat aneh didalam konsolnya. Ada game musik yang mengubah ubur-ubur menjadi touchscreen piano (Electroplankton), cerita tentang agen rahasia yang memecahkan masalah dengan bernyanyi (Elite Beat Agents), dan pertempuran epik di mana tank raksasa yang dikemudikan oleh slime biru yang lucu (Dragon Quest Heroes : Slime Roket). Salah satu contoh terbaiknya adalah The World Ends With You.

The World Ends With You pertama kali dirilis pada konsol DS pada tahun 2008, role-playing game yang berasal dari Square Enix yang merupakan developer game dengan nama-nama genre terbesar, seperti Final Fantasy dan Dragon Quest. Namun The World Ends with You merupakan sebuah pengalaman yang benar-benar unik dan energik dengan memadukan budaya pemuda bergaya distrik Shibuya di Tokyo dengan cerita yang gelap tentang kematian dan persahabatan. Sepuluh tahun kemudian, masih belum ada game yang seperti ini.

Tetapi jika anda belum pernah sekalipun memainkan The World Ends With You, ini menjadi nilai plus bagi anda: versi yang disempurnakan hadir hari ini di konsol Nintendo Switch dan ini masih sama bagusnya seperti ketika game ini menjalani debutnya di konsol DS.

Dalam permainan ini anda akan berperan sebagai Neku, seorang penyendiri amnesia yang berada di Shibuya dalam versi realitas alternatif yang aneh di mana para makhluk supranaturaldisebut reapers yang memberi tugas pada manusia dengan menyelesaikan berbagai misi. Jika mereka gagal, mereka akan terhapus dari eksistensi selamanya. Meskipun ia kelihatannya membenci semua orang, Neku dipaksa untuk bekerjasama dengan pemain lain, seorang gadis muda bernama Shiki. Keduanya bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai misi, melawan musuh yang disebut noise, dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dunia itu.

Baca Juga – Spider-Man Menjadi Game Terlaris Yang Pernah Ada Di Konsol PlayStation

Story gamenya agak membingungkan tetapi juga menarik dan mengejutkan secara emosional semakin anda terus menggali ke dalamnya. Neku mungkin sebuah klise, seorang tokoh protagonis JRPG, tetapi karena ia dipaksa untuk benar-benar berjuang untuk hidupnya, ia berubah dan tumbuh dengan cara alami ketika ia mulai menyadari bahwa dirinya membutuhkan bantuan dari orang lain untuk berhasil mengerjakan misi.

Anda juga tidak bisa memberikan argumen anda tentang The World Ends with You tanpa mengetahui tentang bagaimana game ini sebenarnya. Ini bukan hanya sekedar game yang mengambil setting di Shibuya; ini merupakan game di mana mode distrik menjadi titik fokus dari pengalaman. Game ini dipimpin oleh Tetsuya Nomura yang terkenal karena desain karakternya yang luar biasa pada Kingdom Hearts dan Final Fantasy. Visual game yang terinspirasi manga masih sangat berasa tetapi mereka juga didasarkan pada realitas, dan ada rasa nyata dari gerakan kehidupan dunia dan karakter. Bangunan Tokyo yang ikonik berputar dan meregang saat anda melewatinya.

Seperti di sebagian besar game-game RPG, anda juga dilengkapi dengan perlengkapan baru untuk meningkatkan skill karakter anda, namun ada sedikit perubahan gaya; setiap area memiliki trennya masing-masing, dan anda juga bisa mendapatkan bonus dengan menggunakan merek yang tepat di tempat yang sesuai.

Dunia dalam game ini kian tampak lebih cantik dengan layar Switch atau di TV LED, tetapi ada beberapa timbal balik dalam versi baru ini. Versi Switch tampaknya didasarkan pada port ponsel dari game yang keluar pada tahun 2012, namun DS menampilkan pertempuran dengan layar ganda unik di mana anda mengendalikan dua karakter yang berbeda di setiap layar. Yang ini tidak akan mungkin bisa ditiru di Switch.

Sebaliknya, combat system telah disederhanakan sehingga anda bisa bertukar dari Neku dan partner-nya saat menyerang. Tapi Square Enix membuat beberapa keputusan aneh untuk kontrol game  nya. Dalam mode portabel, satu-satunya pilihan anda adalah layar sentuh, karena combat system benar-benar berfungsi dengan sangat baik dalam mode ini. Anda bisa menggesek musuh untuk melakukan serangan atau menyeret jari anda untuk membuat jalur api yang berbahaya. Secara umum ini sangat intuitif.

Tetapi ketika anda ingin bermain di layar TV anda, game ini tidak bisa menggunakan controller Switch standar. Sebaliknya, anda bisa menggunakan single Joy-Con dengan kontrol gerak yang mensimulasikan layar sentuh. Anda bisa menavigasi menu game dengan menyeret penunjuk di layar dan melakukan serangan dengan melambaikan tangan anda. Ini agak sedikit canggung dan saat dalam pertempuran, sistem ini tidak responsif seperti yang seharusnya. The World Ends with You terlihat dan terdengar hebat didalam layar yang lebih besar, tetapi anda mungkin berkeinginan juga memainkannya dengan sepasang headphone yang baik dengan layar Switch.

Jika anda benar-benar belum pernah memainkan game ini sebelumnya, ada baiknya memasang beberapa quibbles kecil dengan kontrol. The World Ends with You yang anda mainkan hari ini masih sama seperti yang ada dalam satu dekade yang lalu, dan yang lebih penting lagi, ini mengingatkan kita kembali ke waktu ketika memainkan game ini dulu, dan dengan cerita yang dibaluti dengan alunan J-pop tentang remaja bermuka masam di headphone besar bisa menemani anda sambil menanti peluncuran Super Mario dan Pokémon terbaru.

Related posts

Lenovo Legion of Champions IV Asia Pasifik, Indonesia Rebut Juara Pertama

Irianto Bina Dirgantara

Major Update Untuk Game ArcheAge Telah Dirilis

Irianto Bina Dirgantara

5 Aktivitas Yang Lebih Mudah dan Efisien Dengan Aplikasi ScreenshotGo

Irianto Bina Dirgantara

Leave a Comment