Eiger Dukung Pendakian Gunung Tropis Tertinggi di ASEAN

Jakarta, Unbox.id  –  Menutup tahun 2019, brand perlengkapan petualangan tropis EIGER mengumumkan sebuah ekspedisi besar yang akan digelar pada Juli-Agustus tahun 2020. Ekspedisi besar dengan tantangan tingkat tinggi itu berupa pendakian ke Gunung Hkakabo Razi (baca: Kakaborazi), di Myanmar yang diakui sebagai puncak tertinggi di Asia Tenggara.

Gunung dengan Medan Menantang

Gunung dengan ketinggian 5881 mdpl ini terkenal dengan medannya yang sangat lengkap dan berbahaya, mulai dari hutan hujan yang sangat lebat di kaki gunung, sampai lapisan salju dan gletser pada ketinggian 4600 mdpl sampai ke puncaknya.

Begitu beratnya medan Hkakabo Razi, para seven summiters (pendaki 7 puncak tertinggi di seluruh dunia) menjulukinya Anti Everest. Yaitu, kondisi yang sama sekali bertolak belakang dengan Gunung Everest yang sudah sangat mapan jalur pendakian dan infrastrukturnya.

Di Hkakabo Razi, hutan hujannya masih perawan, lembab, gelap, serta penuh binatang berbahaya seperti ular piton, laba-laba, dan nyamuk malaria. Hal ini diperparah dengan tidak tersedianya jasa porter selama pendakian. Sehingga, semua perbekalan harus dibawa sendiri. Di sinilah EIGER mengambil makna dari pendakian ini.

Pendaki Berpengalaman

Mayjen TNI, Asrobudi yang didaulat sebagai Ketua Ekspedisi Merah Putih Hkakabo Razi 2020 menjelaskan, awalnya pendakian akan dimulai pada bulan Juli dan selesai bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2020. Namun, pada bulan Juni-Juli kondisi gunung tersebut memasuki musim hujan makan pendakian akan dimulai tanggal 17 Agustus 2020.

“Di Myanmar atau tepatnya Gunung Hkakabo Razi bila saat musim hujan sangat membahayakan karena hujan akan turun setiap hari tanpa henti. Kami tidak ingin tim yang terdiri dari 7 pendaki tangguh tidak ingin mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Maka rencana pendakian akan dimulai tanggal 17 Agustus dan rencana pendakian akan memakan waktu sekitar 60 hari,” tukas Asrbobudi di sela-sela preskon di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Asrobudi, para pendaki yang akan ambil bagian merupakan pendaki gunung yang berpengalaman yaitu Sofyan Arif Fesa (World 7 Summiter, Mountain Guide, Mahitala Unpar), Nurhuda (World 7 Summiter, Mountain Guide, Wanadri), Fandi Achmad (Trail Runner, Mapala UI), Putri Handayani (Grandslam Athlete, Pekerja Outshore, Kappa FT UI) dan Fransisca Dimitri (World 7 Summiter, Mahasiswi S2, Mahitala Unpar). Ketujuh pendaki ini juga sudah menjalani diklat sejak bulan Juni 2019 lalu.

Latihan Teknik Pendakian

Sementara itu, EIGER Adventure Service Team, yang juga didaulat sebagai Ketua Pelaksana Ekspedisi, Galih Donikara memaparkan, persiapan sudah disusun dengan matang. Mulai dari survei, perizinan, pelatihan fisik sampai penyesuaian iklim setibanya di sana.

Latihan akan dimulai dari latihan teknik pendakian gunung es dan salju di Mount Cook, New Zealand, serta penjelajahan Hutan Tropis Gunung Raung di Jawa Timur, Gunung Halimun dan Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat.

“Tim kemudian melakukan simulasi pendakian di Pangrang Razi, gunung tropis lainnya yang berada di Myanmar sebagai adaptasi dan aklimatisasi, sebelum kemudian mengakhiri program latihan di ketinggian Gunung Kangteng Ri di Kierzikstan,” ujar Galih Donikara.

Rangkaian petualangan EIGER di kawasan tropis sudah di mulai dari kawasan Merabu dan Beriun di jantung hutan hujan tropis Kalimantan lewat ekspedisi Black Borneo pada tahun 2015 dan 2016. Dilanjutkan dengan Ekspedisi 28 Gunung Tropis Indonesia dari Aceh sampai Papua pada 2017.

Tinggalkan Balasan