Unbox.id – OpenAI resmi meluncurkan GPT-5.6 untuk publik setelah sebelumnya hanya tersedia dalam tahap uji coba terbatas. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga memperkenalkan ChatGPT Work, fitur baru yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan secara lebih otomatis.
Berbeda dengan ChatGPT yang selama ini lebih banyak digunakan untuk bertanya atau membuat teks, ChatGPT Work dapat mengerjakan tugas yang lebih panjang. Pengguna cukup memberikan tujuan yang ingin dicapai, lalu AI akan mengumpulkan informasi dari aplikasi yang terhubung, menyusun rencana, hingga menghasilkan dokumen yang siap digunakan.
OpenAI menyebut ChatGPT Work dapat membuat dokumen, spreadsheet, presentasi, laporan, hingga website sederhana dan aplikasi web. Fitur ini juga dapat memanfaatkan data dari file maupun layanan yang diizinkan pengguna.

Plugin di ChatGPT Work (sumber: OpenAI)
Agar bisa bekerja lebih lengkap, ChatGPT Work mendukung lebih dari 1.400 plugin. Pengguna dapat menghubungkannya dengan berbagai layanan seperti Google Drive, Gmail, Slack, Microsoft Teams, Outlook, Salesforce, GitHub, Canva, Dropbox, dan Zoom.
OpenAI juga menambahkan fitur yang memungkinkan ChatGPT menjalankan tugas secara terjadwal. Misalnya, AI dapat memantau pembaruan di Slack, merangkum perubahan pada dokumen, memperbarui presentasi ketika ada data baru, atau membuat laporan rutin tanpa harus diminta berulang kali.
Di aplikasi desktop, ChatGPT kini juga memiliki browser bawaan sehingga pengguna tidak perlu berpindah aplikasi saat mencari informasi di internet atau membuka layanan berbasis web. Selain itu, ChatGPT dapat membantu menjalankan beberapa tindakan di komputer, seperti membuka aplikasi atau memindahkan file, dengan persetujuan pengguna.

ChatGPT Work mengakses Google Sheets (sumber: OpenAI)
ChatGPT Work menggunakan keluarga model GPT-5.6 yang terdiri dari tiga varian, yaitu Sol, Terra, dan Luna. Sol menjadi model dengan kemampuan paling tinggi, Terra ditujukan untuk penggunaan sehari-hari, sedangkan Luna menawarkan respons lebih cepat dengan biaya yang lebih rendah bagi pengembang yang menggunakan API.
OpenAI turut menggabungkan Codex, yang sebelumnya menjadi aplikasi terpisah untuk membantu pemrograman, ke dalam aplikasi ChatGPT desktop. Kini pengguna cukup menggunakan satu aplikasi yang berisi mode Chat, Work, dan Codex.
Peluncuran GPT-5.6 dan ChatGPT Work dilakukan secara bertahap. Pengguna aplikasi ChatGPT di Windows dan macOS, termasuk pengguna gratis, mulai mendapatkan akses lebih dulu. Sementara itu, pengguna web dan aplikasi seluler akan memperoleh akses secara bertahap sesuai jenis langganan dalam beberapa hari ke depan.
Peluncuran ini menunjukkan arah baru pengembangan AI. Persaingan kini tidak lagi berfokus pada chatbot yang hanya menjawab pertanyaan, tetapi pada AI yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dari awal hingga selesai dengan memanfaatkan berbagai aplikasi dan file yang digunakan pengguna.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.

