Apple baru saja menulis ulang sejarah laptop murah melalui peluncuran MacBook Neo. Berbeda dengan seri Pro yang memang untuk kreator kelas berat atau Air untuk mobilitas tinggi, MacBook Neo hadir sebagai “pintu masuk” paling terjangkau ke ekosistem macOS.
Strategi baru Apple ini mendapat penilaian positif baik dari konsumen ataupun pengamat. Pasalnya, MacBook Neo akan masuk pada segmen harga yang selama ini menjadi pasar laptop Windows dan Chromebook.
Nilai eksklusivitas merek yang tinggi akan mampu menarik konsumen baru. Bahkan laporan terbaru dari lembaga riset pasar seperti TrendForce, memproyeksikan laptop akan terjual antar 4 hingga 5 juta unit hanya pada 2026 saja.
Dan, sejauh ini proyeksinya terbukti benar. Indikasinya adalah membludaknya pre-order untuk MacBook Neo sejak debutnya pada 4 Maret lalu,
Dalam pasar domestiknya (Amerika Serikat -AS), Apple bahkan harus memundurkan waktu estimasi pengiriman produk. Dari yang awalnya adalah 11 Maret 2026 kini mundur hingga akhir Maret.
Keberhasilan ini diprediksi akan mendongkrak pangsa pasar macOS secara global hingga mencapai 13,2%, sebuah rekor baru bagi Apple di sektor laptop entry-level.
5 Alasan MacBook Neo Menjadi Laptop Terlaris 2026.
Terlalu dini mungkin menyebutnya sebagai laptop terlaris 2026, tapi dari fakta berupa angak pre-order yang tinggi menjadi bukti ini adalah primadona baru.
Berikut alasan kenapa MacBook Neo adalah game-changer:
1. Harga Paling Terjangkau dalam Sejarah Apple
Bandrol harga mulai dari $599 (sekitar Rp9,5-10 jutaan), ini membuat MacBook Neo adalah laptop Apple paling murah yang pernah dibuat.
Harga ini menempatkannya langsung di jantung persaingan yang sebelumnya dikuasai oleh Chromebook dan laptop Windows kelas menengah, menjadikannya pilihan utama bagi mahasiswa dan pelajar.
2. Performa Chip A18 Pro yang Mengejutkan
Meski harganya “murah”, Apple tidak main-main dengan performanya. MacBook Neo menggunakan chip A18 Pro—chip yang sama pada iPhone flagship.
Berkat arsitektur 3nm dan pendinginan pasif (tanpa kipas), laptop ini mampu menjalankan tugas sehari-hari, browsing dengan puluhan tab, hingga pengeditan foto ringan dengan sangat mulus dan hening.
3. Desain Ultra-Tipis: Laptop Paling Portabel di Kelasnya
Dengan ketebalan yang hanya berkisar 10mm, laptop ini terasa hampir seukuran tablet saat dibawa di dalam tas.
Penggunaan material recycled aluminum generasi terbaru tidak hanya membuatnya ringan (kurang dari 1 kg), tetapi juga tetap kokoh.
Desain tanpa kipas (fanless) memungkinkan profil bodi yang sangat ramping tanpa lubang udara yang mengganggu estetika, menjadikannya pilihan sempurna bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
4. Daya Tahan Baterai “All-Day” yang Nyata
Efisiensi chip M4 berpadu dengan teknologi baterai high-density terbaru membuat MacBook Neo mampu bertahan hingga 24-26 jam dalam penggunaan normal.
Artinya, Anda tidak perlu membawa pengisi daya di rumah saat pergi bekerja atau kuliah selama dua hari berturut-turut. Di dunia yang semakin mobile, daya tahan baterai sehebat ini adalah magnet terbesar bagi konsumen.
5. Ekosistem Apple Intelligence (AI)
MacBook Neo sudah mendukung penuh fitur Apple Intelligence pada macOS terbaru. Mulai dari asisten penulisan bertenaga AI hingga integrasi Siri yang lebih cerdas, pengguna mendapatkan pengalaman komputasi masa depan tanpa harus merogoh kocek untuk model MacBook Pro yang mahal.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.