Unbox.id – Google kabarnya berencana mengembangkan smart glasses berbasis Android XR. Teknologi ini disebut-sebut sebagai langkah lanjutan dari ambisi lama perusahaan lewat Google Glass, yang gagal mencapai adopsi massal pada tahun 2013.
Dikutip dari Android Authority (17/5/2026), ekosistem Google saat ini dinilai sudah jauh lebih siap menghadirkan smart glasses atau kacamata pintar yang lebih praktis digunakan sehari-hari.
Dalam pengembangan terbarunya, Google disebut sedang membangun roadmap Android XR yang tidak lagi berfokus pada perangkat AR besar seperti headset, melainkan menuju bentuk yang lebih ringan seperti kacamata pintar.
Salah satu produk yang sudah lebih dulu memperlihatkan arah ini adalah Samsung Galaxy XR headset. Namun perangkat tersebut dinilai masih terlalu besar dan mahal untuk digunakan dalam aktivitas harian, sehingga belum mampu menjadi produk mainstream.
Google kini disebut ingin menghadirkan perangkat yang lebih sederhana, lebih ringan, dan lebih mendekati bentuk kacamata biasa agar lebih mudah diterima pengguna umum.
Tantangan terbesar smart glasses adalah kenyamanan penggunaan. Perangkat AR yang ada saat ini masih bergantung pada headset besar dengan baterai eksternal, yang membuatnya tidak praktis untuk penggunaan jangka panjang.
Sebagai perbandingan, perangkat seperti Samsung Galaxy XR memang menawarkan fitur lengkap, tetapi masih terbatas pada penggunaan tertentu seperti di rumah atau kantor.
Google disebut mencoba mengambil pendekatan berbeda dengan menggandeng merek kacamata untuk menciptakan desain yang lebih natural, mirip dengan kacamata biasa.
Pendekatan ini juga diperkuat oleh keberadaan perangkat seperti Ray-Ban Meta, yang menunjukkan bahwa kacamata pintar bisa tetap terlihat normal sekaligus fungsional.
Selain desain, faktor harga juga menjadi perhatian utama. Perangkat headset XR yang ada saat ini berada di kisaran harga ribuan dolar AS, yang membuatnya sulit dijangkau pasar umum.
Sebaliknya, smart glasses diperkirakan akan berada di level harga yang lebih dekat dengan kacamata resep atau aksesori premium, sehingga lebih realistis untuk adopsi massal.
Google disebut berada dalam posisi lebih kuat dibanding era Google Glass karena kini sudah memiliki ekosistem Android XR dan model AI Gemini yang lebih matang untuk mendukung interaksi pengguna.
Google Glass yang dirilis pada 2013 menjadi eksperimen awal Google di dunia smart glasses. Namun keterbatasan teknologi saat itu, terutama pada sistem voice assistant dan pengalaman pengguna, membuat perangkat tersebut tidak berkembang lebih jauh.
Perkembangan AI seperti Gemini, peningkatan jaringan data, serta komputasi cloud membuat perangkat wearable jauh lebih mampu memahami perintah suara dan konteks pengguna.
Hal ini membuka peluang untuk fitur yang lebih kompleks seperti navigasi real-time, informasi objek di sekitar pengguna, hingga penerjemahan langsung yang ditampilkan di lensa kacamata.
Fitur Smart Glasses Android XR
Berdasarkan arah pengembangan yang dilaporkan, smart glasses Android XR diperkirakan mampu menghadirkan berbagai fungsi seperti:
- Navigasi dengan tampilan overlay langsung di lensa
- Informasi real-time tentang objek di sekitar pengguna
- Fitur live translation untuk komunikasi lintas bahasa
- Integrasi dengan aplikasi Android dan layanan Google
- Kemampuan menyimpan informasi visual tanpa perlu membuka ponsel
Perangkat ini juga dirancang untuk bisa merespons lingkungan secara langsung, termasuk membaca teks atau tanda di sekitar pengguna.
Meski menjanjikan, masih ada sejumlah tantangan. Salah satunya adalah daya tahan baterai yang masih menjadi batasan utama perangkat wearable kecil seperti kacamata pintar.
Selain itu, aspek privasi juga menjadi perhatian. Penggunaan fitur berbasis suara dan kamera secara terus-menerus menimbulkan pertanyaan terkait kenyamanan pengguna saat digunakan di ruang publik.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.
