Motorola Razr Fold akhirnya debut perdana pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2026. Debutnya ini juga langsung memecahkan rekor sebagai ponsel lipat dengan kapasitas baterai terbesar pada kelasnya.
Tidak hanya itu, Motorola Razr Fold juga menjadi tonggak pencapaian baru Motorola. Yakni untuk pertama kalinya masuk ke segmen ponsel lipat bergaya buku.
Sebelumnya, perusahaan sudah bertahun-tahun diketahui memiliki dominasi pada pasar ponsel lipat bergaya clamshell (flip).
Baterai 6.000 mAh, Terbesar dari Kompetitor
Pertama, kita ungkap sektor yang menjadikannya pioner yakni baterai. Perangkat sudah melompat jauh meninggalkan kompetitor dengan penggunaan baterai 6.000 mAh berbasis teknologi silicon-carbon.
Seperti diketahui ponsel-ponsel lipat saat ini mayorita masih mengandalkan baterai berkapasitas 4.440-5.000 mAh. Sangat jauh tertinggal di Motorola Razr Fold.
Baterai ini mendapat dukungan dari pengisian daya cepat 80W TurboPower kabel dan 50W Wireless Charging. Kombinasi tersebut mendapat klaim mampu memberikan daya tahan untuk 12 jam hanya dalam 12 menit pengisian.
Motorola Razr Fold hadir dengan ketebalan yang sangat mengesankan, yakni hanya 4,55 mm saat dibuka dan 9,89 mm saat terlipat. Meski sangat tipis, Motorola berhasil menyematkan dua layar yang memukau:
-
Layar Utama (Internal): 8,1 inci LTPO pOLED dengan resolusi 2K dan kecerahan puncak mencapai 6.200 nits—tertinggi saat ini.
-
Layar Cover (Eksternal): 6,6 inci dengan refresh rate 165Hz, memberikan pengalaman layaknya ponsel flagship standar bahkan saat perangkat tertutup.
Sektor Ketahanan Jadi Sorotan
Umumnya ponsel lipat lain, publik mempertanyakan daya tahan dari perangkat ini. Motorola sudah mengantisipasi kekhawatiran publik ini dengan membawa standar baru ‘Military-Grade Foldable’.
Singkatnya, perusahaan tidak hanya fokus pada layar yang fleksibel, tetapi juga pada struktur keseluruhan agar bisa bertahan dalam penggunaan ekstrem.
Ketahanan ekstrem Razr Fold bisa dilihat dari engselnya yang kini jauh lebih ringkas dan kuat. Engsel Star-Rail Generasi Ke-5 ini bahkan sudah melalui uji coba hingga 1.000.000 kali lipatan.
Secara ilmiah, pemilik bisa membuka-tutup ponsel 100 kali sehari dan secara teoritis perangkat bisa bertahan lebih dari 25 tahun.
Penggunaan material Titanium pada engselnya turut andil membuatnya tangguh. Ini menjaga bodi tetap kaku dan tidak mudah bengkok meski dimensinya tipis banget.
Razr Fold juga mengusung ‘Gapless Design’ yang membuat perangkat tidak memiliki celah sama sekali ketika tertutup. Jadi, ponsel aman dari debu atau partikel tajam.
Cukup dengan ketangguhan eksteriornya, kini beralih ke dapur pacunya. Menggunakan Snapdragon 8 Gen 5 berpadu RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal hingga 1TB.
Sektor kamera menjadi kejutan terbesar. Motorola Razr Fold berhasil mendapatkan DXOMARK Gold Label dan menjadi ponsel lipat dengan sistem kamera terbaik.
Perangkat dibekali kamera utama 50MP dengan dukungan sensor terbaru Sony LYTIA 828. Terpasang juga kamera periskop 50MP dan sudah mendukung 3x Optical Zoom dengan sensor Sony LYTIA 600.
Serta kamera ultrawide 50MP yang menawarkan sudut pandang hingga 122 derajat dan fitur Macro Vision. Ini membuat perangkat bisa mengambil foto dan video jarak dekat secara ekstrem.
Harga pada pengungkapan pertamanya mulai dari €1.999 atau sekitar Rp34 jutaan berdasarkan kurs saat ini untuk pasar Eropa, dan sudah termasuk Moto Pen Ultra.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.
