Unbox.id – Pasar fitness tracker tanpa layar yang selama ini didominasi Whoop kini mulai mendapat tekanan baru. Google resmi memperkenalkan Fitbit Air, wearable kesehatan berbasis AI yang hadir dengan harga jauh lebih murah dibanding kompetitornya.
Kehadiran Fitbit Air langsung mencuri perhatian karena Google membawa pendekatan berbeda di kategori screenless wearable. Jika Whoop mengandalkan model langganan tahunan, Google justru menjual perangkatnya secara langsung dengan harga 100 dolar AS.
Strategi ini membuat Fitbit Air disebut-sebut berpotensi mengganggu bisnis Whoop yang selama beberapa tahun terakhir mendominasi pasar fitness tracker premium.
Perbedaan paling mencolok antara Fitbit Air dan Whoop ada di model bisnis yang dipakai. Fitbit Air dijual dengan harga 100 dolar AS (setara Rp 1,7 jutaan) untuk perangkatnya. Google juga memberikan akses gratis ke AI Coach berbasis Gemini dan fitur inti Google Health.
Sementara itu, pengguna Whoop harus berlangganan mulai dari 200-360 dolar AS (setara Rp 3,5-6,4 jutaan) per tahun untuk menggunakan perangkat dan layanan mereka.
Dengan selisih harga yang cukup jauh, Fitbit Air berpotensi menarik pengguna baru yang ingin mencoba wearable kesehatan tanpa biaya langganan mahal.
Fitbit Air Fokus pada AI dan Pengalaman Kesehatan

(sumber: Cherlynn Low/Endgadget)
Fitbit Air menjadi wearable tanpa layar pertama dari Google. Perangkat ini punya desain kecil dan ringan dengan bobot sekitar 5 gram tanpa strap.
Meski tampil minimalis, fitur kesehatan yang dibawa cukup lengkap. Fitbit Air mendukung pelacakan detak jantung, kualitas tidur, oksigen darah, suhu kulit, hingga aktivitas olahraga.
Daya tahan baterainya diklaim mencapai sekitar 7 hari dalam sekali pengisian daya. Angka tersebut memang masih kalah dibanding Whoop yang bisa bertahan hingga 14 hari.
Namun Google mencoba menutup kekurangan itu lewat pengalaman software dan integrasi AI Gemini yang menjadi fitur utama Fitbit Air.
AI Coach Gemini Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu fitur paling menonjol dari Fitbit Air adalah AI Coach berbasis Gemini.
Berdasarkan review Engadget, AI ini mampu memberikan ringkasan kesehatan otomatis, analisis tidur, rekomendasi recovery, hingga membantu mencatat makanan dan aktivitas olahraga menggunakan perintah natural language.
AI Coach juga dapat membaca label nutrisi dari foto dan membantu pengguna memantau target kebugaran secara lebih personal.
Google tampaknya ingin menjadikan Fitbit Air bukan sekadar fitness tracker biasa, tetapi perangkat kesehatan berbasis AI yang lebih interaktif.

(sumber: Cherlynn Low/Endgadget)
Review Awal Temukan Sejumlah Bug AI
Meski menawarkan fitur AI yang canggih, performa AI Coach masih belum sepenuhnya stabil.
Menurut laporan 9to5Google, AI Coach sempat mencatat aktivitas lari sejauh 5,2 mil yang sebenarnya tidak pernah dilakukan pengguna.
Mengutip Engadget, ada juga kasus AI yang memberikan ringkasan seolah workout telah diubah, padahal pengguna tidak melakukan edit apa pun. Ada juga bug yang membuat sistem salah mendeteksi aktivitas jalan kaki setelah sesi olahraga selesai.
Google mengklaim AI Coach telah diuji bersama pakar klinis dan divalidasi menggunakan framework internal bernama SHARP.
Google juga disebut sudah mulai menggulirkan berbagai perbaikan software untuk mengatasi masalah tersebut.
Google dan Whoop Kini Masuk Persaingan Langsung
Whoop selama ini dikenal kuat di kalangan atlet dan pengguna serius karena punya komunitas besar, data kesehatan historis, serta analisis recovery yang mendalam.
Namun Google datang dengan kekuatan berbeda, mulai dari harga lebih murah, dukungan Gemini AI, hingga ekosistem software dan infrastruktur cloud yang jauh lebih besar.
Engadget sendiri memberikan skor 8,8 dari 10 untuk Fitbit Air dan menyebut perangkat ini sebagai pesaing serius di pasar wearable tanpa layar.
Kini pertanyaannya bukan lagi apakah Fitbit Air lebih baik dari Whoop, melainkan apakah model bisnis berlangganan premium milik Whoop masih bisa bertahan ketika Google mulai masuk ke pasar yang sama dengan harga jauh lebih agresif.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.


























