Connect with us

Hi, what are you looking for?

Komputer & Laptop

Baterai Laptop Tidak Berumur Panjang? Ketahui Apa Saja yang Mempengaruhinya

Baterai
ilustrasi : callesardegna.com

Last updated on 22 Mei, 2026

Jakarta, Unbox.id – Salah satu komponen perangkat keras yang memiliki pengaruh besar pada laptop adalah penyimpanan daya. Untuk mendapatkan kinerja yang optimal, pengguna harus mengerti faktor apa saja yang mempengaruhi usia baterai laptop. Apa saja itu?

Faktor pertama adalah penggunaannya. Menggunakan laptop Anda saat sedang mengisi daya baterainya adalah hal utama yang memengaruhi masa pakai baterai laptop Anda. Baik sementara maupun berpotensi permanen, jika Anda melakukannya secara rutin. 

Baca juga: HTC Siap Luncurkan 1-2 Ponsel di 2024 Menggunakan Snapdragon 7

Hardware penyimpanan daya tersebut dapat mengatasi sejumlah siklus pengisian daya sebelum mulai rusak. Saat laptop Anda panas atau terkena kondisi panas, ia akan lebih cepat habis dan dapat membuat seluruh komponen laptop mengalami tekanan berlebihan. 

Bagaimana Cara Mengetahui Baterai Laptop Anda Buruk? 

Usahakan untuk menghindari menggunakan laptop Anda dalam kondisi panas. Jika Anda membiarkan laptop tidak menganggur dalam waktu lama, misalnya berminggu-minggu, hal ini dapat memengaruhi kualitas daya tahan penyimpanan daya. 

Saat penyimpanan daya laptop Anda mulai rusak, ada beberapa cara untuk mengetahui sedang terjadi masalah. Biasanya, daya akan lebih cepat terkuras. Dengan demikian Anda akan segera menyadari bahwa Anda harus lebih sering mengisi daya pada perangkat laptop.

Baca juga: Pixel 8 dan 8 Pro Mendapatkan Update Fitur Kamera Terbaru

Itu kemungkinan karena baterai laptop Anda mulai rusak. Ini mungkin belum menjadi masalah, tapi patut Anda perhatikan. Windows atau macOS memberitahu Anda demikian. Baik Windows maupun macOS kini memberitahu Anda kapan baterai perlu Anda ganti. 

Seberapa Sering Anda Harus Menggantinya?

Jika penyimpanan daya laptop perlu diganti, Anda akan melihat pesan peringatan saat menyambungkan laptop untuk mengisi daya. Jika laptop Anda terus-menerus kepanasan atau mogok, itu mungkin karena baterainya rusak dan menjadi terlalu panas dalam prosesnya. 

Rata-rata, hardware penyimpanan daya laptop bertahan sekitar 1.000 siklus pengisian daya atau antara 2-4 tahun penggunaan biasa. Saat itulah Anda harus mengganti hardware penyimpanan daya laptop Anda. 

Jika Anda boleh menggunakannya lebih sering dari biasanya, Anda tidak perlu mengganti hardware tersebut. Ingatlah bahwa banyak komponen laptop hanya dapat diganti oleh ahlinya, sehingga penggantian baterai cukup mahal.

Sumber: Livewire

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi unbox.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Komputer & Laptop

Microsoft baru saja menghadirkan Surface Laptop Ultra secara global. Laptop Microsoft Surface terkuat ini ditujukan untuk para content creator, developer, serta peneliti AI yang...

Komputer & Laptop

Asus menghadirkan dua produk laptop baru ke pasar global yaitu ProArt P16 dan P14. Dua laptop yang pertama kali diperkenalkan dalam gelaran Computex 2026...

Komputer & Laptop

Asus baru saja menghadirkan satu produk laptop terbaru Vivobook 16 Ryzen Edition 2026. Laptop yang pertama kali hadir di Tiongkok ini dirancang khusus untuk...

Komputer & Laptop

Google akhirnya secara resmi menghadirkan platform laptop berbasis Android yang diberi nama Googlebook PC. Platform laptop ini hadir sebagai pengembangan alternatif dari perangkat Chromebook...