Artikel

Jeff Benoz Siapkan Centaur Vulcan Untuk Roket Wisata Terbarunya ke Luar Angkasa

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Amazon menjadi salah satu situs jual beli online tertua yang mampu bertahan hingga saat ini. Hal itu tak lepas dari tangan dingin sang CEO Jeff Benoz yang juga mendirikan perusahaan pariwisata ke luar angkasa yakni Blue Origin.

Jeff membuat apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Sehingga saat ini Blue Origin sangat sibuk mempersiapkan roket-roket andalannya di masa mendatang demi kebutuhan pariwisata luar angkasa. Roket pertama yang pertama diluncurkan bernama Blue Origin New Separd yang memiliki sistem roket berawak vertikal-lepas landas dengan pendaratan vertikal (VTVL) suborbital yang diisi oleh orang yang bukan astronout untuk tujuan komersil.

Namun tanggal 27 Sptember lalu Jeff mengumumkan kesepakatan misi eksplorasi antariksa dengan produsen roket, United Launch Alliance (ULA). Blue Origin disebut menggandeng ULA untuk menyediakan mesin pendorong untuk roket generasi terbaru mereka, Centaur Vulcan. Dikutip dari CNN Misi ini dijadwalkan akan terbang menuju angkasa pada tahun 2020.

ULA merupakan perusahaan patungan antara Lockheed Martin dan Boeing. Perusahaan ini memang sengaja dibentuk untuk fokusnya sendiri yakni menyediakan jasa peluncuran pesawat luar angkasa kepada pemerintah AS tepat Desember 2006 lalu.

Centaur Vulcan memang sengaja dibuat untuk kualitas roket yang baik dan bagus namun tetap stay on budget. Hal ini dikarenakan tujuan pembuatan roket ini untuk sebuah hal komersil yang dibutuhkan dalam jangka waktu yang lama.

Vulcan Centaur akan merevolusi wahana antariksa dengan harga terjangkau dan akses andal untuk misi luar angkasa yang merupakan mitra kami sat ini dan nanti,” ungkap CEO ULA, Tory Bruno dalam keterangan resmi seperti dihimpun AFP.

Bruno juga menjelaskan bahwa desain dari Vulcan Centaur akan segera rampung. Selain itu ia juga merasa sangat senang bisa bekerja sama dengan Blue Origin yang bertujuan sangat baik di masa mendatang.

Roket hasil kerja sama ULA dan Blue Origin ini nantinya akan didesain ntuk bisa membawa kargo dari orbit di sekitar Bumi, sehingga memudahkan segala hal dan memeberi banyak manfaat untuk kerja sama antar negara. Dimulai dari waktu, jarak, dan ketepatan pengiriman barang-barang.

Sejauh ini ULA merupakan perusahaan penyedia layanan peluncuran perdana misi keamanan nasional bagi pemerintah AS. Bob Smith, chief executive ULA mengaku tertantang dengan kerja sama yang disepakati dengan Blue Origin.

Perusahaan milik Jeff Bezos diketahui tengah menyusun rencana untuk mengembangkan pesawat antariksa yang bisa dipakai untuk mengirim muata ke bulan. Besar kemungkinan muatan yang dimaksud juga untuk mendukung rencana membangun koloni di sana.

Pastinya Hal ini menjadi salah satu opini yang membantu banyak orang di Bumi untuk semakin tertarik dengan Asgardia yang ada di dalam peswat Colony seperti Millenium Falcon pada Star Wars. Cukup mencengangkan namun bukan sesuatu hal yang tidak mungkin untuk dijadiakan suatu kenyataan masa depan pasti.

Apakah Seru Berepergian Keluar Angkasa?

Konsep Asgardia via liputan6.com

Pertanyaan ini belum tentu bisa dijawab. Saat ini yang kita ketahui bahwa pergi ke luar angkasa hanya bisa dilalui oleh seorang Astronot yang memang sudah menempuh pendidikan di NASA bertahun-tahun lamanya.

Namun melihat keseriusan Jeff dalam membangun sebuah perusahaan besar perihal wisata luar angakasa dinilai sangat berjalan mulus. Melihat usahanya sangat baik dalam membentuk opini keyakinan warga Asgardia yang sangat ramai dibicarakan dari tahun lalu. Seru atau tidak seru, tentu belum bisa diceritakan. Dikarena memang orang seperti Jeff, Bruno, bahkan Igor sang pencipta negara Asgardia pu belum pernah secara gamblang menceritakan soal rasa dan keindahan, kenyaman, alam angkasa secara signifikan.

Selama ini yang diketahui publik tinggal di luar angkasa sangatlah menarik karena terus melayang, menyantap makanan dengan cara yang sedikit gila. Bahkan yang publik ketau para astronot susah untuk sekadar membuang kotoran mereka. Setidaknya NASA memberikan gambaran seperti itu pada manusia yang ada di Bumi.

Bagi pencinta teknologi tentu hal-hal seperti ini menjadi daya tarik tersendiri, semakin mempertegas bahwa sains tidak terkalahkan. Namun tentu saja ini bisa jadi hanya lelucon bagi warga-warga yang hanya mementingkan nikmat sederhana atau kaum millennials yang masih berkutik pada circle keidupannya.

COMMENT
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular

To Top