Acer

Laptop yang Cocok Untuk Mahasiswa 2017

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Pasaran Laptop di Indonesia tahun 2017 ini cenderung stabil dan angka penjualan menunjukkan tidak ada peningkatan ataupun penurunan yang signifikan. Pengguna laptop masih didominasi kalangan mahasisiwa, terutama mahasisiwa baru yang membutuhkan alat penunjang pendidikan. Bagi setiap mahasiswa, menggunakan laptop adalah urusan wajib dalam kegiatan belajar. Hal ini karena sistem belajar dalam sebuah universitas memang sarat dengan penggunaan laptop seperti untuk mengerjakan tugas dari dosen, presentasi, skripsi, proyek kuliah, dan masih banyak lagi program lainnya.

Jogjakarta sebagai kota pelajar memang menjadi salah satu wilayah yang paling deras dalam penjualan laptop. Kota Gudeg ini selalu termasuk dalam 5 besar sebagai daerah pemasok berbagai produk laptop yang ada di Indonesia setiap tahun. Maka tidak heran jika banyak vendor laptop berlabuh di kota tersebut untuk menjangkau para konsumen. Banyak vendor laptop yang menggelar pameran dan promo produk-produk terbarunya di beberapa mall dan department store di kota itu.

Pada umumnya, para mahasiswa di Jogja lebih suka memburu laptop Low End dengan harga yang terjangkau, namun fasilitasnya sudah lengkap untuk memenuhi semua kebutuhan belajar. Merk-merk laptop populer seperti Asus, Sony Vaio, Dell inspiron, Lenovo dan lainnya lebih suka menargetkan pasar kelas menengah ke bawah dengan membanderol produknya di bawah harga 5 jutaan.

Dengan menyediakan uang 5 juta, para mahasisiwa sudah bisa memiliki laptop baru dengan processor AMD ataupun Intel Core i3 dan variasi ukuran 11 inch, 13 inch, serta 14 inch. Laptop jenis ini sudah bisa digeber untuk segala kebutuhan belajar dengan aman dan nyaman serta sudah lengkap dan tidak memerlukan alat komputer lainnya.

Banyak mahasiswa yang menganggap bahwa tidak perlu laptop mahal untuk keperluan belajar, karena yang mereka butuhkan adalah fungsinya dan bukan untuk ajang kemewahan. Ada juga yang rela membeli laptop second dan lebih baik untuk menyimpan uangnya karena masih banyak kebutuhan lainnya sebagai mahasiswa.

Selain itu, para mahasiswa banyak yang bersedia merogoh kocek 3 jutaan, karena sudah bisa mendapatkan laptop baru merk Lenovo, Asus, Dell, Acer, Axioo dan lainnya. Dengan uang tersebut,   sudah bisa menggunakan laptop baru dengan processor Intel Celeron ataupun AMD dan RAM 2 GB serta HDD 500 GB, dan sudah cukup digunakan sebagai alat kuliah.

Sebagian besar pilihan mahasiswa jatuh pada laptop merk Asus karena banyak sekali pilihan tipenya, dan fiturnya sudah lengkap serta harga jual secondnya tidak anjlok. Biasanya, laptop dengan harga 3 jutaan belum terinstall dengan Sistem Operasi (OS) sehingga tidak bisa langsung digunakan. Para pembeli harus menginstall sendiri atau membayar biaya tambahan untuk bisa mendapatkan OS dari toko.

Di area pusat kota Jogjakarta, banyak sekali ditemukan toko-toko laptop baru ataupun bekas. Bahkan ada juga laptop second yang bisa dibeli dengan harga 1 jutaan, namun model keluaran lama antara tahun 2008 sampai 2010.

Sedangkan daerah lain yang banyak sekali para peminat produk laptop adalah kota Palu, Sulawesi Tengah. Kota ini menjadi nomor satu di tahun 2017 ini sebagai daerah yang ramai akan barang elektronik yang satu ini karena daya beli masyarakat cukup tinggi. Hal ini mampu dimanfaatkan banyak produsen laptop untuk memasarkan produk elektroniknya di kota tersebut.

Sebenarnya para vendor memang sudah sejak lama mengintai kota ini sejak tahun 2012 dengan mengadakan berbagai pameran dan promo produk kepada masyarakat Sulawesi Tengah. Maka tidak heran jika di tahun 2017 ini, perkembangan pasar laptop di kota Palu sangat pesat, dan bahkan menjadi paling ramai di Indonesia. Selisih harga produk laptopnya juga hampir sama dengan harga laptop di pulau Jawa.

Kota Palu sebagai ibukota propinsi Sulawesi Tengah memang sebuah kota besar yang terdapat banyak universitas dan sekolah tinggi. Wajar jika masyarakat di kota ini banyak sekali yang meminati produk laptop. Selain itu, harganya juga sangat terjangkau bagi masyarakat Sulawesi yang banyak berprofesi sebagai nelayan dan petani cengkeh serta kakao.

Sedangkan kota kedua dengan pemasaran tertinggi di Indonesia adalah kota Kupang di propinsi Nusa Tenggara Timur. Para mahasiswa di kota Kupang banyak yang memilih produk Acer Aspire sebagai laptop andalannya untuk kegiatan belajar karena harganya terjangkau dan banyak modelnya.

Sedangkan daerah lainnya yang masih ramai dengan pemasaran produk laptop adalah Sulawesi Utara dan Kalimantan Tengah. Kedua propinsi tersebut memang masih menjadi sasaran empuk bagi para produsen laptop untuk memasarkan produk elektroniknya. Banyak vendor-vendor yang mulai bergerilya ke kedua propinsi tersebut untuk memperluas daerah pemasaran.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Comments

Popular

To Top